<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159365">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS PEMBERIAN ONDANSETRON ORAL PRA KEMOTERAPI TERHADAP TERJADINYA MUAL-MUNTAH PASCA KEMOTERAPI PADA PASIEN KEGANASAN KEPALA LEHER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fatahillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Kanker kepala leher merupakan jenis kanker yang paling umum ditemukan dalam aplikasi klinis dan menjadi permasalahan kesehatan secara global. Prosedur pembedahan, kemoterapi, radioterapi atau kombinasi adalah modalitas tatalaksana dari kanker kepala leher. Kemoterapi merupakan salah satu pilihan terapi pada kanker kepala leher, kemoterapi memiliki efek samping yang paling sering dikeluhkan pasien setelah kemoterapi yaitu mual dan muntah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pemberian ondansetron pra kemoterapi selama 7 hari pada penderita kanker kepala leher.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan studi pretest-posttest control group design dengan menggunaan kohort prospektif. Menilai skor mual-muntah pasca kemoterapi. Penilaian dilakukan pada siklus 1,2 dan 3 post kemoterapi selama ≤ 24 jam fase akut dan &gt; 24 jam Fase lambat. Analisis dengan SPSS menggunakan uji Mann Whitney dan Friedman test. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengambilan data primer dengan wawancara dan keluhan mual muntah pasien.&#13;
Hasil: Sebanyak 20 subjek terlibat dalam penelitian ini dengan dominasi usia 40-60 tahun dan jenis kelamin laki – laki (75 %) Diagnosis terbanyak Karsinoma Nasofaring. Hasil analisis perbandingan kejadian mual-muntah dengan dan Tanpa pemberian ondansetron pra kemoterapi siklus 1,2,3 (p &lt; 0,05). Hasil analisis perubahan kejadian mual-muntah pada kelompok dengan pemberian ondansetron pra kemoterapi siklus 1,2,3 adalah (p = 0.05). Perubahan kejadian mual muntah pada kelompok tanpa pemberian ondansetron pra kemoterapi (p &lt; 0,05).&#13;
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara subjek yang mendapat ondansetron oral pra kemoterapi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan ondansetron oral pra kemoterapi pada pasien kanker kepala leher terhadap kejadian mual-muntah pasca kemoterapi.&#13;
Kata kunci: Kanker kepala leher, Pra kemoterapi, Ondansetron, Mual-muntah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159365</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 15:45:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 15:48:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>