<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159299">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN HASIL TANGKAPAN HIU YANG DIDARATKAN DI PPI UJUNG SERANGGA, ACEH BARAT DAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Zulurrahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil tangkapan hiu di PPI Ujung Serangga, Aceh Barat Daya, dengan fokus pada komposisi spesies, ukuran, dan status konservasi. Data dikumpulkan melalui survei lapangan dan pengukuran langsung terhadap hiu yang didaratkan oleh nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rawai hiu dasar merupakan alat tangkap yang paling banyak digunakan dan menghasilkan tangkapan hiu tertinggi. Total 643 individu hiu dari 16 spesies berhasil diidentifikasi, dengan family Carcharhinidae mendominasi hasil tangkapan. Sebagian besar hiu yang tertangkap memiliki ukuran di bawah panjang matang gonad (Lm), yang mengindikasikan potensi penangkapan hiu juvenil. Status konservasi hiu yang dievaluasi berdasarkan IUCN menunjukkan bahwa sebagian besar spesies berada dalam kategori Near Threatened (NT) dan Vulnerable (VU), dengan beberapa spesies masuk dalam kategori Critically Endangered (CR) dan Endangered (EN). Hampir semua spesies hiu yang teridentifikasi terdaftar dalam Apendiks II CITES. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan perikanan hiu yang berkelanjutan untuk menjaga populasi dan keanekaragaman hayati di wilayah Aceh Barat Daya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159299</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 14:14:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 14:15:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>