PEMAHAMAN GURU PJOK SMAN KABUPATEN ACEH SINGKIL TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA 2024/2025 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMAHAMAN GURU PJOK SMAN KABUPATEN ACEH SINGKIL TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA 2024/2025


Pengarang

LIYA AZRINA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Amiruddin - 196308171992031003 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Iqbal - 198604252022071101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106104020016

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (S1) / PDDIKTI : 85201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP UNSYIAH., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

378.199

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Liya Azrina (2025). Pemahaman Guru PJOK SMAN Kabupaten Aceh Singkil terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka 2024/2025. [Skripsi, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala]. Skripsi ini di bibimbing oleh Prof. Dr. Drs. Amiruddin, M.Kes., AIFO dan Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.Pd., AIFO.

Perubahan kurikulum di Indonesia merupakan respons terhadap perkembangan IPTEK dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum Merdeka hadir sebagai solusi untuk mendorong pembelajaran yang fleksibel, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik, dengan penekanan pada penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Keberhasilan implementasi kurikulum ini sangat bergantung pada pemahaman guru sebagai pelaksana utama di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru PJOK di SMAN Kabupaten Aceh Singkil terhadap implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dan data dikumpulkan melalui angket tertutup yang dibagikan kepada 12 guru PJOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang tinggi terhadap prinsip dasar Kurikulum Merdeka dan telah mampu menerapkannya dalam pembelajaran. Seluruh responden menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap penyusunan modul ajar sesuai kebutuhan siswa, penggunaan metode aktif dan menyenangkan, serta integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran PJOK. Tingkat pemahaman berada dalam kategori tinggi dengan rata-rata capaian sebesar 86,6%. Temuan ini mencerminkan kesiapan dan komitmen guru PJOK dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam menyusun program pelatihan untuk mendukung keberhasilan transformasi pendidikan yang berkelanjutan.

Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Guru PJOK, Pemahaman, Implementasi, Aceh Singkil.



ABSTRACT Liya Azrina (2025). Aceh Singkil Regency Senior High School Physical Education Teachers' Understanding of the Implementation of the Merdeka Curriculum 2024/2025. [Thesis, Physical Education Health and Recreation, Faculty of Teacher Training and Education, Syiah Kuala University]. This thesis is supervised by Prof. Dr. Drs. Amiruddin, M.Kes., AIFO and Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.Pd., AIFO. Curriculum changes in Indonesia are a response to the development of science and technology and the needs of society. Merdeka Curriculum comes as a solution to encourage flexible, fun, and learner-centered learning, with an emphasis on strengthening character through the Pancasila Student Profile. The successful implementation of this curriculum is highly dependent on the understanding of teachers as the main implementers in schools. This study aims to determine the level of understanding of PJOK teachers at SMAN Aceh Singkil Regency towards the implementation of the Merdeka Curriculum. The study used a quantitative approach with a survey method, and data were collected through a closed questionnaire distributed to 12 PJOK teachers. The results showed that teachers have a high understanding of the basic principles of the Merdeka Curriculum and have been able to apply it in learning. All respondents agreed and strongly agreed on the preparation of teaching modules according to student needs, the use of active and fun methods, and the integration of character values in PJOK learning. The level of understanding is in the high category with an average achievement of 86.6%. This finding reflects the readiness and commitment of PJOK teachers in implementing the Merdeka Curriculum. These results are expected to be a reference for policy makers in developing training programs to support the success of sustainable educational transformation. Keywords: Independent Curriculum, Physical Education Teacher, Understanding, Implementation, Aceh Singkil.

Citation



    SERVICES DESK