Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS PINJAMAN DAERAH SEBAGAI SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Muhammad Zaki - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0709200010043
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam melakukan pinjaman, mengetahui batas maksimum pinjaman yang boleh dilakukan dan menganalisis rasio keuangan dari Neraca Pemerintah Kota Banda Aceh. Disamping itu juga menganalisis efisiensi dan efektivitas pemungutan PAD Kota Banda Aceh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa realisasi Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK), Laporan Arus Kas dan Neraca Pemerintah Kota Banda Aceh tahun 2003-2009 yang diperoleh dari Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemerintah Kota Banda Aceh.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 untuk mengetahui kelayakan pemerintah daerah dalam melakukan pinjaman.. Selain itu juga digunakan alat analisis Batas Maksimum Pinjaman (BMP) yaitu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pinjaman maksimum yang diperbolehkan. Nilai DSCR yang diperkenankan adalah minimal 2,5 poin. Persyaratan nilai BMP tidak melebihi 75% dari penerimaan umum APBD tahun sebelumnya. Alat analisis terakhir adalah analisis rasio keuangan dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio utang terhadap ekuitas dari perbandingan akun-akun dalam neraca daerah, serta analisis efisiensi dan efektivitas pemungutan PAD
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama tahun anggaran 2003- 2009 kontribusi APBK Pemerintah Kota Banda Aceh sebahagian besar berasal dari DAU. Dengan adanya DAU membuat Pemerintah Kota Banda Aceh memiliki dana netto yang cukup besar dan dapat digunakan untuk membayar angsuran pinjaman beserta kewajiban lainnya. Nilai DSCR dan BMP Pemerintah Kota Banda Aceh telah memenuhi standar yang ditetapkan. Hasil analisis rasio keuangan juga menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki kemampuan dalam melunasi kewajibannya dengan aset yang dimiliki, baik bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Sementara itu selama periode pengamatan pemungutan PAD Kota Banda Aceh semakin efisien, sedangkan tingkat efektivitasnya masih berfluktuatif atau mengalami kenaikan dan penurunan selama periode pengamatari.
Kata-kata Kunci : Pinjaman Daerah, DSCR, BMP, Rasio Keuangan, Efisiensi dan Efektivitas
Tidak Tersedia Deskripsi
PERANAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) DALAM PEMBANGUNAN KOTA BANDA ACEH, 1983-2015 (Widia Munira, 2016)
SISTEM PEMBERIAN KREDIT PADA PENSIUNAN DI PT. BANK ACEH (FAHMI AGUSTIAN, 2015)
ANALYSIS OF FOREIGN EXCHANGE RESERVE FLUCTUATIONS: A CASE STUDY OF INDONESIA, VIETNAM, AND MALAYSIA (Samar T.M.Alhaj, 2022)
PENGARUH PEMBIAYAAN SYARIAH, SUMBER DAYA INSANI (SDI), STRATEGI PEMASARAN ISLAMI, RNDAN TEKNOLOGI TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) RNDI KOTA BANDA ACEH (TRI SUCI RAMADHANI, 2021)
PERENCANAAN SUMBER DANA PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA PERSERO, TBK CABANG BANDA ACEH (RENI AGUSTINA PUTRI, 2015)