Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KETERSEDIAAN AIR DAN BANJIR DAS KRUENG MEUREUDU
Pengarang
Netty Herissandy - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0909200060021
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2012
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Salah satu penyebab banjir dan kekeringan adalah rusaknya fungsi hidrologis di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat perubahan tata guna lahan yang tidak sesuai. Perubahan penggunaan lahan cenderung terjadi di.DAS Krueng Meureudu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap ketersediaan air dan banjir DAS Krueng Meureudu. Penelitian ini meliputi modifikasi Model Tangki Sugawara sebagai model hidrologi, pengujian model, analisa surface runoff, sub surface fl.ow, clan base fl.ow, analisa ketersediaan air, analisa debit maksimum dan minimum, dan identifikasi kondisi DAS Krueng Meureudu. Hasil peneliti~n menunjukkan bahwa persentase aliran surface runoff terbesar adalah pada lahan kosong (tanpa vegetasi), sedangkan persentase baseflow tertinggi adalah pada lahan hutan. Ini menjadi informasi bahwa lahan hutan sangat menguntungkan dari segi konservasi air. Selanjutnya, ketersediaan air (debit andalan) semakin berkurang seiring dengan perubahan tata guna lahan. Hasil analisa debit maksimum dan minimum diperoleh nilai debit maksimum yang semakin meningkat clan debit minimum yang semakin menurun. Nilai Koefisien Regim Sungai (KRS) dari tahun ke tahun eenderung meningkat. KRS Tahun 1996 sebesar 26.24 (kondisi baik), KRS Tahun 2006 sebesar 68.241 (kondisi sedang), dan KRS Tahun- 2010 sebesar 130.271 (kondisi buruk). Persentase luashutan di DAS Krueng Meureudu hanya tersisa 30.9%, merupakan ambang batas yang harus dipertahankan berdasarkan Undang-undang No.41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Penyelesaian permasalahan banjir tidak dapat dipisah dengan meretensi pada bagian hulu atau hilir saja, melainkan meretensi dari hulu hingga hilir secara merata. Sehingga alternatif penanggulangan banjir secara eko-hidraulik merupakan pilihan yang tepat.
Kata kunci : model tangki, penggunaan lahan, ketersediaan air, banjir.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN KARAKTERISTIK BIOFISIK LAHAN UNTUK MITIGASI BENCANA HIDROLOGIS DI SUB DAS KRUENG JREUE ACEH BESAR (Helmi, 2020)
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI STUDI KASUS SUB DAS KRUENG SEULIMUEM, KRUENG KEUMIREU DAN KRUENG INONG (Jufriadi, 2016)
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP DAS KRUENG MEUREUDU DAN DEBIT PUNCAK DI DAS KRUENG MEUREUDU (Teuku Reza Pahlevi, 2024)
STUDI KAPASITAS TAMPUNGAN DAN PENANGGULANGAN BANJIR KRUENG MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA (Irhami Hasballah, 2024)
STUDI PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG TAMIANG (ZULHAN YASIR, 2024)