<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159183">
 <titleInfo>
  <title>KEWENANGAN PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI ACEH DALAM PENYELESAIAN PELANGGARAN ADMINISTRATIF PADA PEMILIHAN LEGISLATIF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khaliza Zahara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasal 95 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur&#13;
tentang salah satu kewenangan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)&#13;
dalam menangani pelanggaran Pemilihan Umum berwenang untuk menerima&#13;
semua bentuk pelanggaran Pemilihan Umum, mengkaji secara detail kategori&#13;
pelanggaran Pemilu, dan memutus atau memberikan keputusan/rekomendasi&#13;
terhadap pelanggaran administratif Pemilu. Serta dijabarkan dalam Pasal 4&#13;
Peraturan Badan Pengawas Pemilu (Perbawaslu), terkait kewenangan dari Badan&#13;
Pengawas Pemilihan Umum oleh Peraturan Bawaslu berwenang untuk menerima&#13;
semua bentuk pelanggaran Pemilu, mengkaji secara detail kategori pelanggaran&#13;
Pemilu dan memutus atau memberikan keputusan/rekomendasi terhadap&#13;
pelanggaran administratif Pemilu. Namun melalui kewenangan yang begitu luas&#13;
Panwaslih Provinsi Aceh masih banyak pelanggaran yang didapatkan, diantara&#13;
data pelanggaran yaitu terdapat 15 pelanggaran administratif. Panwaslih Aceh&#13;
mengeluarkan Putusan serta rekomendasi yang dianggap lemah dalam&#13;
menjalankan kewenangannya seperti amanat UU Pemilu serta Perbawaslu Nomor&#13;
8 Tahun 2022 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilu.&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis lebih dalam&#13;
terkait kewenangan dari Badan Pengawas Pemilu Provinsi Aceh pada Pemilihan&#13;
Legislatif dalam menyelesakan pelanggaran administratif, untuk mengetahui dan&#13;
menjelaskan hambatan Panwaslih Provinsi Aceh pada Pemilihan Legislatif dalam&#13;
menyelesakan pelanggaran administratif, serta untuk mengetahui dan&#13;
menganalisis upaya yang diambil oleh Panwaslih Provinsi Aceh pada Pemilihan&#13;
Legislatif dalam menyelesakan pelanggaran administratif.&#13;
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dan&#13;
empiris. Penelitian ini dilakukan dengan meneliti bahan pustaka dan lapangan&#13;
yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pendekatan yang&#13;
digunakan adalah Pendekatan Perundang-undangan, Pendekatan Konsep, dan&#13;
Pendekatan Kasus. Penelitian hukum empiris melalui Pendekatan Sosiologi&#13;
Hukum.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, panitia pengawas pemilu dalam menangani&#13;
pelanggaran administratif bahwa Panwaslih tidak lagi sekadar pemberi&#13;
rekomendasi, tetapi sebagai eksekutor atau pemutus perkara. Namun dalam&#13;
pelaksanaan kewenangannya ternyata tidak bisa dilakukan sesuai amanat UU&#13;
Pemilu karena rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panwaslih tidak dijalankan.&#13;
Yang seharusnya putusan atau rekomendasi harus sangat kuat, tidak lemah. Tetapi&#13;
xiii&#13;
dalam faktanya Panwaslih menemukan empat hambatan dalam menjalankan&#13;
kewenangannya yaitu; hambatan struktural, hambatan proses, hambatan kultural,&#13;
hambatan teknis. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi dari lembaga pengawas&#13;
Pemilu, maka upaya yang dilakukan oleh Panwaslih Provinsi Aceh dalam&#13;
Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilihan Legislatif adalah dengan&#13;
empat upaya, yaitu: menerima pengaduan baik dari laporan atau temuan, meneliti&#13;
dan mengkaji terlebih dahulu laporan atau temuan terkait pelanggaran&#13;
administratif Pemilu.&#13;
Kesimpulan kewenangan yang dimiliki Panwaslih Provinsi Aceh berupa&#13;
kewenangan atribusi yang mana kewenangan tersebut bersumber langsung dari&#13;
peraturan perundang-undangan sejauh penanganan pelanggaran, Panwaslih&#13;
Provinsi Aceh memang menjalankan kewenangannya sesuai amanat UndangUndang. namun kewenangan yang dimiliki lembaga pengawas ini ternyata belum&#13;
sepenuhnya berjalan sesuai amanat Undang-Undang. Empat hambatan yang&#13;
dihadapi oleh Panwaslih dalam teori pengawasan disebabkan oleh kurangnya&#13;
koordinasi antar Lembaga penyelenggara Pemilu juga dipengaruhi lemahnya&#13;
sistem hukum sebagaimana yang diungkapkan oleh Lawrence M. Friedman.&#13;
Upaya yang ditawarkan oleh Panwaslih mulai dari menerima aduan, mengkaji,&#13;
serta memutus pelanggaran ternyata masih menyisakan persoalan terkait alur dan&#13;
waktu dalam penanganan pelanggaran.&#13;
Kata Kunci: Undang-Undang Pemilu, Kewenangan, Badan Pengawas Pemilihan&#13;
Umum Provinsi Aceh&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159183</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 10:33:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 11:16:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>