<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159173">
 <titleInfo>
  <title>DEVELOPING SPEAKING IN CLASSROOM  INTERACTION THROUGH  QUESTIONING (AN ACTION RESEARCH AT SMP NEGERI 17 BANDA  ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Rizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog.Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata Kunci   :   Pengembangan, Berbicara, Interaksi kelas, Pertanyaan.&#13;
&#13;
          Siswa  kelas  tiga  SMP Negeri 17, Banda  Aceh secara umum  nampaknya belum diarahkan  pada  percakapan interaktif di kelas  sebelum,  selama,  dan setelah  proses belajar mengajar. Hal  ini dirasakan bahwa  ada sesuatu yang  membuat para  siswa tidak melakukan percakapan dalam interaksi  kelas,  seperti  kemampuan siswa untuk merumuskan  clan menganggapi  pertanyaan  secara   suka  rela.   Sebagaimana  yang diharapkan dalam  kurilrulum  sekolah  bahwa siswa  kelas  tiga  SPM seharusnya sud.ah mampu  melaksanakan  percakapan  dalam konteks  kehidupan  nyata,   tetapi  pada kenyataannya, mereka tidak  tahu  cara memulai  percakapan untuk  tujuan interaksi di dalam kelas bahasa.                                                   &#13;
          Jika questioning dipakai pada percakapan dalam interaksi kelas  sebagai  ukuran  partisipasi  siswa  setelah mereka  ajarkan  cara   merumuskan  dan menanggapi  pertanyaan, maka kemampuan percakapan interaktif mereka  akan meningkat.&#13;
          Tujuan dari  studi   saat  ini  adalah   untuk   meneliti  apakah   questioning  yang digunakan di dalam pengajaran percakapan dalam interaksi kelas dapat meningkatkan percakapan siswa  kelas   tiga.   Studi  ini  adalah Penelitian  Tindakan Kelas   (PTK) dengan  sebuah rancangan koloboratif.  Prosedur penelitian terdiri dari lima  langkah pokok,  yaitu,  perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi,  dan evaluasi terhadap proses belajar mengajar.&#13;
          Penelitian ini menguraikan interaksi  kelas dalam pengajaran percakapan yang  berfokus pada penggunaan questioning dalam proses  pengajaran. Data diperoleh dari  35 orang sisw~ yang berpartisipasi dalamn lima kegiatan interaksi.&#13;
          Prosedur aplikasi questioning dalam percakapan interaksi kelas  adalah  sebagai berikut.  (1) Mengaktifkan kerja  siswa  secara  berpasangan. (2)  Menyediakan bahan ajar.  Hal ini mencakup  pemilihan bahan   untuk   tujuan  diskusi. (3)  Memberikan instruksi yang  lebih jelas dan pengaturan waktu  yang proporsional, khususnya waktu  bagi siswa untuk  berdiskusi secara  berpasangan. (4)  Melaksanakan tindakan dimana guru mendorong  siswa   untuk   menggunakan  bahasa   Inggris,   khususnya  selama kegiatan interaksi sebab  hal ini dapat membantu siswa untuk  merasakan  keberhasilan dikarenakan  kerelaan mereka untuk  tetap melaksanakan tekhnik questioning untuk tujuan interaksi.                                                       &#13;
          Temuan-temuan . penelitian  membuktikan  bahwa  tekhnik  questioning  dapat  meningkatkan  percakapan  interaksi kelas siswa. Melalui  penerapan tekhnik tersebut, perbaikan kegiatan  siswa di kelas  berubah secara  berangsur-angsur.  Hal  ini  dapat dilihat  di dalam  setiap siklus.  Kebanyakan siswa  berpartisipasi secara  aktif dalam proses  belajar mengajar ketika peneliti mengajarkan penggunaan tekhnik questioning. Berdasarkan analisa data  di siklus  satu,  beberapa aspek masih jauh dari criteria yang ditetapkan.   Selama    kegiatan   interaksi,   persentase   keterlibatan   siswa   alam percakapan interaksi kelas  akan diuraikan sebagdi  berikut  :  (1) Interaksi antara guru dan siswa di akhir pertemuan siklus  2 mencapai 80 %. Artinya 28 dari 35 siswa ikut terlibat. (2)  Interaksi antara  siswa dan  guru mencapai 77.14%  di akhir pertemuan siklus 2. Artinya 27 dari 35 siswa berpartisipasi. (3) Interaksi berpasangan di akhir pertemuan siklus  2 mencapai 88.57 %.  Artinya 31  dari  35  siswa  ikut  terlibat. (4) Interaksi berkelompok kecil  mencapai 80% di akhir pertemuan siklus  2. Artinya 28 dari 35 siswa  ikut  terlibat. (5) Interaksi keseluruhan kelas  mencapai 77.14% di akhir pertemuan siklus  2. Artinya 27 dari  35  siswa  ikut terlibat. Nilai  rata-rata prestasi siswa  dikeseluruhan pelaksanaan  siklus  meningkat.  Hal  ini  dapat  dilihat sebagai  berikut:  (1) Nilai  pra tes  adalah 53.71, (2) Nilai  tes  akhir siklus  1  adalah  9.57, dan  (3) Nilai tes akhir siklus 2 adalah 66.00.     &#13;
          Saran   dalam   penelitian  ini  yaitu   guru  bahasa  Inggris   seharusnya  melatih percakapan siswa mereka secara  intensif dengan mengaktifkan pembelajaran melalui interaksi  sesama  siswa dengan menggunakan tekhnik  bertanya agar berinisiatif dalam interaksi percakapan di interaksi kelas, khususnya dalam mengajar tingkatan dasar.&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159173</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 10:17:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 10:17:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>