<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159169">
 <titleInfo>
  <title>INTERFERENSI BAHASA PADA MASYARAKAT DWIBAHASA DI KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>S Saifullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata kunci  :   interferensi, bahasa, dwibahasa&#13;
&#13;
Interferensi  bahasa merupakan  suatu  fenomena  yang  sangat  sering terjadi  di dalam   masyarakat   dwibahasa,   salah   satu   di   antaranya   adalah   masyarakat   di kecamatan  Meureubo,  Kabupaten  Aceh Barat  yang menggunakan  bahasa Aceh  dan bahasa Jamee dalam komunikasi  sehari-hari.  Tujuan  penelitian  ini adalah untuk  (1) mendeskripsikan  bentuk kata yang terinterferensi dari bahasa Aceh ke dalam bahasa Jamee  dan  sebaliknya  pada  masyarakat   dwibahasa  di  Kecamatan; Meureubo;   (2) mendeskripsikan  jenis  kata  yang  terinterferensi dari  bahasa  Aceh ke dalam  bahasa Jamee dan sebaliknya  dalam masyarakat dwibahasa di Kecamatan  Meureubo;   dan (3) mendeskripsikan  bahasa  yang  dominan dalam  proses interferensi bahasa  dalam masyarakat  dwibahasa  di  Kecamatan  Meureubo.  Metode  yang  digunakan  dalam penelitian  ini adalah  metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian  ini adalah data lisan yang  dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan metode  cakap. Data penelitian berupa data  Iisan yang diperoleh dari informan yang  berjumlah  dua belas   orang yang berumur sekitar 25 s.d. 65 tahun  yang terdiri  atas   delapan  orang  pria dan empat  orang wanita. Hasil penelitian ini mencakup interferensi bentuk  kata  dari bahasa Aceh ke dalam bahasa Jamee meliputi interferensi (1) bentuk dasar yang terdiri atas bentuk dasar nomina (49 kata), bentuk dasar verba (28 kata),  bentuk dasar adjektiva (15 kata),  bentuk dasar numeralia  (9 kata),  dan  bentuk  dasar adverbial  (9 kata).  (2) kata berimbuhan (18 kata),  (3) kata ulang (5 kata),  dan (4) kata  majemuk (2 kata).  Dengan  demikian, jumlah  interferensi    bentuk kata  dari  bahasa Aceh  ke bahasa  Jamee  adalah  133 kata  atau  73,7%.  Interferensi  bentuk  kata  dari  bahasa Jamee ke dalam bahasa Aceh meliputi  interferensi  (1) bentuk  dasar yang terdiri atas bentuk  dasar nomina (9 kata),  bentuk  dasar verba (JJ kata),  bentuk  dasar adjektiva (12 kata),  dan bentuk dasar adverbia  (2 kata). (2) kata berimbuhan (12 kata),  dan (3) kata  ulang  (2 kata).  Dengan  demikian, diketahui  bahwa jumlah  interferensi bentuk kata dari bahasa Jamee ke dalam bahasa Aceh  sebanyak  48 kata  atau  setara dengan  26,3%.     Interferensi  jenis  kata  dari  bahasa  Aceh  kedalam  bahasa  Jamee  pada masyarakat dwibahasa di Kecamatan Meureubo  meliputi nomina (32kata), verba (23  kata),  adjektiva (8 kata),  numeralia  (7 kata), dan adverbia (9 kata).  Interferensi jenis kata  dari  bahasa  Jamee  ke  dalam  bahasa  Aceh  dalam  masyarakat  dwibahasa  di Kecamatan  Meureubo  meliputi nomina (6 kata),  verba (19 kata), adjektiva  (JO kata), dan adverbia (2 kata). Dengan demikian, ditemui interferensi jenis kata dari  bahasa Aceh  ke  bahasa  Jamee  sebanyak  79 kata  (72%)  sedangkan  dari  bahasa  Jamee ke bahasa Aceh sebanyak  37 kata (28%). Bahasa yang lebih dominan dalam interferensi adalah   bahasa  Aceh.  Hal  ini  dibuktikan  melalui  beberapa  hal.  Pertama,   dalam interferensi   dari  bahasa   Aceh   ke   dalam  bahasa   Jam~e  ditemukan    interferensi numeralia,  tetapi  dalam  interferensi  dari bahasa Jamee ke dalam bahasa Aceh, tidak ditemukan  interferensi numeralia. Kedua, tidak ditemukan  interferensi kata majemuk dari   bahasa  Jamee  ke  dalam  bahasa  Aceh,   tetapi   ditemukan   interferensi   kata majemuk dari bahasa Aceh ke dalam bahasa Jame.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159169</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 10:00:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 10:00:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>