<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159143">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN CONVENTION CENTRE DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ABIYAN NABIL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perancangan Convention Centre di Banda Aceh ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan akan fasilitas yang mampu menampung kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) dengan standar nasional dan internasional. Sebagai kota yang berkembang pesat di wilayah barat Indonesia, Banda Aceh membutuhkan bangunan publik yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Pendekatan arsitektur hijau diterapkan sebagai solusi desain untuk mengurangi dampak ekologis, meningkatkan efisiensi energi, dan menciptakan kenyamanan termal bagi pengguna.&#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis yang meliputi studi literatur, observasi tapak, analisis kontekstual, dan penyusunan program ruang. Hasil perancangan menghasilkan zoning yang terstruktur, orientasi bangunan yang mempertimbangkan iklim tropis, serta penggunaan sistem struktur bentang lebar dan sistem utilitas hemat energi. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip arsitektur hijau, bangunan ini diharapkan dapat menjadi ikon baru di Banda Aceh dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta keberlanjutan kota.&#13;
&#13;
Kata kunci: Arsitektur Hijau, Convention Centre, Banda Aceh, MICE, Perancangan Berkelanjutan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CONVENTION CENTERS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.91</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159143</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 09:13:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 10:16:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>