<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159135">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH GANGGUAN EMOSIONAL DISORDER TERHADAP INTERAKSI SOSIAL REMAJARN(STUDI PENELITIAN :</title>
  <subTitle>SMA  NEGERI 3 BIREUEN)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROSA LINDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gangguan emosional disorder yang mempengaruhi interaksi sosial remaja sangat rentan terhadap perkembangan kestabilan emosi remaja dalam bersosialisasi dengan keluarga, teman sebayanya, dan juga lingkungannya, sehingga menjadikan remaja berperilaku tidak sesuai dengan norma-norma yang ada, gangguan emosional ini mencakup berbagai gangguan termasuk depresi, kecemasan yang berlebihan, dan gangguan perilaku yang menjadi penyebab terbatasnya pola interaksi sosial dengan lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis pengaruh “Gangguan Emosional Disorder Terhadap Interaksi Sosial Remaja”. Teori yang digunakan adalah teori adopsi inovasi oleh Rogers. Adapun metode yang digunakan di dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan rangkaian survey, sebanyak 180 responden remaja yang bersekolah pada SMA Negeri 3 Bireuen. Data yang dikumpulkan yaitu melalui kuesioner untuk dapat mengukur pengaruh gangguan emosional disorder dan mengukur frekuensi interaksi sosial.  Penelitian ini mengungkapkan bahwa gangguan emosional memiliki dampak yang signifikan  terhadap interaksi sosial remaja. Gangguan emosional disorder terhadap interaksi sosial remaja dengan nilai 0,002 &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan adanya temuan penelitian ini maka dapat dilihat bahwa semakin tinggi gangguan emosional disorder yang dialami remaja maka semakin buruk pula pola interaksi sosial yang mereka lakukan. Adapun saran yang dapat penulis berikan ialah, berupa jumlah responden yang lebih banyak dari penelitian yang telah dilakukan agar dapat memberikan hasil yang lebih bervariasi dari berbagai responden terhadap penelitian.&#13;
Kata Kunci : Emosional Disorder, Remaja, Interaksi, Sosial</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159135</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 07:30:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 08:41:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>