PERSEPSI GURU DALAM PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSEPSI GURU DALAM PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH


Pengarang

Maria Ulfa - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Irma Anggraini - 198201092005012001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2106101030026

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Ekonomi (S1) / PDDIKTI : 87203

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

378.199

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Maria Ulfa (2025). Persepsi Guru dalam Pengimplementasian Kurikulum Merdeka
di SMA Negeri 5 Banda Aceh. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah
bimbingan Irma Anggraini, S.Pd, M.Pd., dan Dr. Ismail, S.Pd, M.Pd

Kurikulum Merdeka diperkenalkan sebagai upaya meningkatkan fleksibilitas
dalam pembelajaran dan menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta didik.
Namun, dalam penerapannya, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi guru.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap
pengimplementasian Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 5 Banda Aceh, dan
hambatan yang dialami guru dalam pengimplementasiannya. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam
penelitian ini menetapkan 5 guru sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan
data pada penelitian ini adalah melalui observasi dan wawancara dengan 5 guru di
SMA Negeri 5 Banda Aceh. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah
melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memahami konsep
Kurikulum Merdeka dengan baik dan menilai bahwa kurikulum ini memberikan
keleluasaan bagi siswa dalam menentukan cara belajar sesuai minat dan bakat. Di
sisi lain, guru juga menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan sarana dan
prasarana, kurangnya sumber belajar, kendala dalam pembelajaran terdiferensiasi,
perubahan sistem CP/ATP, serta tantangan dalam pelaksanaan Projek Penguatan
Profil Pelajar Pancasila (P5). Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan
implementasi Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur
sekolah, akses terhadap sumber belajar yang memadai, serta dukungan pelatihan
yang berkelanjutan bagi guru. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru dan
sekolah menerapkan berbagai strategi seperti pelatihan mandiri melalui PMM,
partisipasi dalam MGMP, rapat kerja dan workshop, serta penyesuaian alokasi
waktu antara P5 dan pembelajaran akademik.

Kata Kunci: Persepsi Guru, Kurikulum Merdeka, Hambatan

Maria Ulfa (2025). Teachers' Perceptions in the Implementation of the Independent Curriculum at SMA Negeri 5 Banda Aceh. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Irma Anggraini, S.Pd, M.Pd., and Dr. Ismail, S.Pd, M.Pd The Independent Curriculum began as an effort to improve learning and adapt materials to the needs of students. However, in its implementation, there are various challenges faced by teachers. This study aims to analyze teachers' perceptions of the implementation of the Independent Curriculum at SMA Negeri 5 Banda Aceh, and the obstacles experienced by teachers in its implementation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The subjects in this study determined 5 teachers as research subjects. The data collection technique in this study was through observation and interviews with 5 teachers at SMA Negeri 5 Banda Aceh. The data analysis technique in this study was through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that most teachers understood the concept of the Independent Curriculum well and considered that this curriculum provides flexibility for students in determining how to learn according to their interests and talents. On the other hand, teachers also face various obstacles such as limited facilities and infrastructure, lack of learning resources, obstacles in differentiated learning, changes in the CP/ATP system, and challenges in implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). These findings indicate that the success of implementing the Independent Curriculum is highly dependent on the readiness of school infrastructure, access to adequate learning resources, and ongoing training support for teachers. To overcome these obstacles, teachers and schools implement various strategies such as independent training through PMM, participation in MGMP, work meetings and workshops, and adjustments to time allocation between P5 and academic learning. Keywords: Teacher Perception, Merdeka Curriculum, Obstacle

Citation



    SERVICES DESK