<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159097">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN MODEL INDOBERT DALAM MENGANALISIS KONTEN VIDEO YOUTUBE BERDASARKAN KOMENTAR PENGGUNA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ayu Aulia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA - Informatika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>YouTube telah menjadi platform utama berbagi informasi dalam bentuk video dengan jutaan pengguna aktif di Indonesia. Banyaknya interaksi pengguna melalui fitur komentar menjadikannya sebagai sarana evaluasi nilai edukasi terhadap konten video. Namun, keberagaman komentar dan adanya manipulasi sistem peringkat menyulitkan penilaian konten video yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi otomatis komentar YouTube menggunakan model IndoBERT untuk mengkategorikan komentar ke dalam tiga kelas: mendidik, motivasi, dan negatif. Dataset penelitian terdiri dari 71.546 komentar yang dikumpulkan melalui web scraping dari lima channel edukasi populer: Mata Najwa, Ruang Guru, Sisi Terang, Kak Seto, dan Kok Bisa?. Proses pelabelan dilakukan secara otomatis menggunakan Generative AI melalui library G4F (GPT-4 Free), kemudian divalidasi secara manual untuk memastikan akurasi label. Tahap pra-pemrosesan data meliputi pembersihan teks, normalisasi huruf, penghapusan stopword, stemming, dan tokenisasi. Model IndoBERT dioptimalkan melalui hyperparameter tuning dengan konfigurasi terbaik: batch size 16, epoch 4, dan learning rate 2e-5. Hasil evaluasi menunjukkan performa yang baik dengan akurasi 88,05%, presisi 82,04%, recall 82,30%, dan f1-score 82,17%. Untuk memudahkan interpretasi hasil, klasifikasi divisualisasikan menggunakan diagram lingkaran dan word cloud yang menampilkan distribusi kategori komentar dan kata-kata dominan pada setiap kategori. Penelitian ini membuktikan efektivitas model IndoBERT dalam mengklasifikasi komentar YouTube berbahasa Indonesia. Sistem yang dikembangkan dapat membantu pengguna mengidentifikasi konten edukatif dan memberikan content creator umpan balik secara otomatis mengenai respons audiens terhadap konten mereka. &#13;
&#13;
Kata kunci: YouTube, Web Scraping, IndoBERT, Generative AI, Klasifikasi Teks</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159097</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 20:44:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-09 10:33:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>