<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159093">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH MEDIA TANAM DAN DOSIS EKOENZIM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG (SOLANUM MELONGENA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Halimah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Pertanian-Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman terong (Solanum melongena L.) salah satu jenis tanaman hortikultura yang tersebar luas di Indonesia. Dalam 100 g bahan mentah terong mengandung 26 kalori, 1 g protein, 0,2 g hidrat arang, 25 IU vitamin A, 0,04 g vitamin B,  dan 5 g vitamin C. Selain itu, buah terong juga mengandung zat anti kanker dan protease yang dapat melawan zat pemicu timbulnya kanker. Produksi terong di Aceh masih fluktuatif, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi tanaman terong melalui penggunaan media tanam yang beragam dan ekoenzim sebagai pupuk organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3 dengan dua faktor yang diteliti yaitu media tanam dan dosis ekoenzim. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanah, tanah : pupuk kandang (1:1), dan tanah : pupuk kandang : arang sekam (1:1:1). Faktor kedua adalah dosis ekoenzim yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0 ml L-1, 20 ml L-1, dan 40 ml L-1. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang produktif, jumlah buah pertanaman, dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang pada umur 30 HST dan 45 HST, jumlah cabang produktif 50 HST, jumlah buah pertanaman, serta berat buah pertanaman. Pertumbuhan dan hasil tanaman terong lebih baik dijumpai pada perlakuan media tanam tanah : pupuk kandang : arang sekam (1:1:1). Pertumbuhan dan hasil tanaman terong cenderung lebih baik dijumpai pada dosis ekoenzim 40 ml L-1. Terdapat interaksi yang nyata antara media tanam dengan dosis ekoenzim terhadap tinggi tanaman 30 HST. Pertumbuhan dan hasil tanaman terong lebih baik dijumpai pada kombinasi perlakuan media tanam tanah : pupuk kandang  (1:1) dengan dosis ekoenzim 20 ml L-1.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FERTILIZERS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>EGGPLANTS - GARDEN CROP</topic>
 </subject>
 <classification>635.646</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159093</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 20:33:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-29 16:26:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>