<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159045">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINGKAT KONTROL ASMA DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ira Bauty Dwi Octavia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang: Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara, hiperresponsifitas dan perubahan struktural pada saluran napas. Global Burden Disease yang dipublikasi pada 2023 diestimasikan terdapat 262,41 juta kasus asma secara global pada 2019.&#13;
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kontrol asma di Banda Aceh.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien yang didiagnosis asma yang berobat jalan di Poliklinik Paru di RSUDZA, RSUD Meuraxa, RS Cempaka Lima dan RS Kesdam Kota Banda Aceh pada November 2024 sampai dengan Desember 2024.&#13;
Hasil: Sebanyak 110 pasien diteliti dalam penelitian ini ditemukan bahwa mayoritas pasien dengan asma di Banda Aceh menunjukkan kondisi asma tidak terkontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) (P-value=0,017) terhadap tingkat kontrol asma di Banda Aceh. Sedangkan pada variabel lainya ditemukan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin (P-value=0,829), usia (P-value=0,069), riwayat penyakit keluarga (P- value=0,453), riwayat merokok (P-value=0,086), pendidikan (P-value=0,086), pekerjaan (P-value=0,208), jenis jaminan kesehatan (P-value=0,751), penggunaan inhaler (P-value=0,838), dan lama diagnosa asma (P-value=0,864) terhadap tingkat kontrol asma di Banda Aceh.&#13;
Diskusi: Tingkat kontrol asma dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis kelamin, usia, IMT, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, dan status sosioekonomi. Jenis kelamin memiliki peran dalam tingkat kontrol asma melalui faktor hormon seks, seperti estrogen dan testosteron, sementara obesitas berkontribusi melalui peradangan sistemik yang mempersulit kontrol asma. Usia lanjut memperburuk gejala karena penurunan fungsi paru. Selain itu, paparan asap rokok, asmagen, dan kemiskinan dapat memperburuk kendali asma melalui peningkatan risiko eksaserbasi dan penurunan respons terhadap terapi.&#13;
&#13;
Kata kunci: Asma, tingkat kontrol asma, faktor risiko, jenis jaminan kesehatan, penggunaan inhaler, lama diagnosa asma, sosioekonomi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ASTHMA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.238</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159045</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 16:02:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-02 15:12:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>