<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159043">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH CAIRAN EKSTRAK AIR DAUN KIRINYU (CHROMOLAENA ODORATA) KONSENTRASI 7.5% TERHADAP KADAR NEUTROFIL, MAKROFAG, DAN LIMFOSIT  LUKA TERINFEKSI PADA MENCIT  (MUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Melissa Abigail Yanis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beberapa penelitian telah melaporkan peran Chromolaena odorata dalam aktivitas antimikroba, antibakteri, dan antiinflamasi pada penyembuhan luka. Penelitian sebelumnya yang berfokus pada efek Chromolaena odorata pada luka tidak terinfeksi menunjukkan hasil yang signifikan pada konsentrasi 7,5% dibandingkan dengan konsentrasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut efeknya terhadap penyembuhan luka terinfeksi.&#13;
Penelitian eksperimental dilakukan pada 36 ekor tikus, dibagi menjadi 2 kelompok. Luka ketebalan parsial dibuat di punggung mencit kemudian dikontaminasi dengan S. aureus 106 CFU/ml. Kelompok 1 diirigasi dengan larutan Nomal Saline, sedangkan Kelompok 2 diirigasi dengan ekstrak air Chromolaena odorata konsentrasi 7,5%. Pemeriksaan histopatologi dilakukan pada hari ke-3 dan hari ke-5 setelah perlakuan untuk menghitung kadar Neutrofil, Makrofag, dan Limfosit. &#13;
Penelitian ini membuktikan kadar Neutrofil, Makrofag, dan Limfosit yang secara signifikan lebih rendah pada Kelompok 2 dibandingkan dengan Kelompok 1. Kadar neutrofil rata-rata pada hari ke-3 dan hari ke-5 pada Kelompok 1 (9,2±5,2, 15,1±3,9) dan Kelompok 2 (5,6±1,8, 5,8±0,6). Dengan uji ANOVA (p=0,014). Kadar makrofag rata-rata pada hari ke-3 dan hari ke-5 pada Kelompok 1 (3,7±1,4, 4,3±0,9) dan Kelompok 2 (6,9±1,7, 1,9±0,7). Dengan uji Kruskal-Wallis (p=0,035). Kadar limfosit rata-rata pada hari ke-3 dan hari ke-5 pada Kelompok 1 (11,2±2,1, 7,8±1,5) dan Kelompok 2 (5±1,1, 6±1,6). Dengan uji Kruskal-Wallis (p=0,031).&#13;
Disimpulkan bahwa cairan ekstrak air Choromolaena odorata konsentrasi 7,5% terbukti berpotensi sebagai bahan penyembuhan luka dengan mengurangi sel antiinflamasi seperti neutrofil, makrofag, dan limfosit pada luka yang terinfeksi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159043</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 16:00:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 16:08:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>