<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159041">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH TARGET WAKE TIME (TWT) TERHADAP EFISIENSI ENERGI APLIKASI REAL TIME DAN NON-REAL TIME PADA JARINGAN WI-FI 6 “IEEE 802.11AX”</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Virgo Jaya Sianipar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Meningkatnya kepadatan trafik pada jaringan Wi-Fi 6 (IEEE 802.11ax) menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan efisiensi energi dan Quality of Service (QoS), khususnya untuk perangkat yang beroperasi dengan kebutuhan aplikasi yang beragam. Target Wake Time (TWT), sebagai salah satu fitur utama dalam IEEE 802.11ax, memungkinkan pengaturan periode aktif dan tidur secara terjadwal untuk stasiun (STA), sehingga dapat mengurangi kontensi medium dan meningkatkan efisiensi energi. Penelitian ini menyajikan analisis komparatif tiga model penjadwalan TWT (dTWT1, dTWT2, dTWT3) dengan mode tanpa penjadwalan konvensional, yaitu Continuous Active Mode (CAM), menggunakan simulasi NS-3. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter throughput, delay, latensi 95th percentil, packet loss, dan konsumsi energi dengan variasi tingkat kualitas video (V1–V6) untuk mensimulasikan kondisi trafik uplink dunia nyata. Hasil simulasi menunjukkan bahwa CAM memberikan performa QoS terbaik dengan delay terendah (0,14–0,6 ms) dan throughput tertinggi (hingga 12,3 Mbps), namun memiliki konsumsi energi yang sangat tinggi (9,2–9,8 nJ/bit). Sebaliknya, dTWT3 mencatat konsumsi energi terendah (0,38–0,53 nJ/bit), sehingga menjadi pilihan paling efisien untuk aplikasi non-real-time yang tidak membutuhkan QoS ketat. Model dTWT1 menawarkan keseimbangan terbaik antara konsumsi energi dan performa jaringan, sedangkan dTWT2 menunjukkan hasil moderat pada semua parameter.Kesimpulan dari penelitian ini merekomendasikan penerapan TWT, khususnya model dTWT3, untuk skenario aplikasi non-real-time yang hemat energi seperti perangkat IoT dan transmisi data latar belakang, sementara CAM tetap menjadi pilihan utama untuk layanan real-time yang membutuhkan jaminan latensi rendah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159041</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 15:56:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 15:59:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>