<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159027">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN JUMLAH EOSINOFIL DARAH TEPI TERHADAP GEJALA KLINIS, FUNGSI PARU DAN KUALITAS HIDUP PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iva Meutia Phonna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dapat menunjukkan gejala yang progresif dan mengobstruksi jalan napas. Mayoritas individu dengan PPOK menunjukkan gejala dan keterbatasan fungsi paru sebagai tantangan yang signifikan dalam melakukan kegiatan harian. Jumlah eosinofil merupakan biomarker yang potensial dalam menilai hal ini.&#13;
Tujuan: Menilai hubungan jumlah eosinofil darah tepi terhadap gejala klinis dan kualitas hidup pasien PPOK yang berobat jalan di Poli Paru. Gejala klinis dinilai dengan Modified Medical Research Council (mMRC) dan COPD Assessment Test (CAT), fungsi paru dengan Volume Ekspirasi Paksa 1 detik (VEP1) dan Kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF. &#13;
Metode: Penelitian analitik obervasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian merupakan pasien asma stabil berobat jalan di Poliklinik Paru di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada Desember 2024 - Februari 2025. Data dianalisa dengan uji Spearman,&#13;
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah eosinofil darah tepi tidak berhubungan dengan gejala klinis pasien PPOK berdasarkan mMRC (R= -0,070; P= 0,712) dan CAT (R= -0,097; P= 0,609). Jumlah eosinofil absolut jika tidak berhubungan dengan fungsi paru (R=-0,073; P=0,700) dan kualitas hidup (P&gt;0,05).&#13;
Kesimpulan: Pada penelitian ini diperoleh bahwa jumlah eosinofil pada pasien dengan PPOK stabil pada penelitian ini tidak berhubungan dengan gejala klinis, fungsi paru dan kualitas hidup pasien dengan PPOK. &#13;
 &#13;
Kata Kunci: PPOK, Jumlah Eosinofil ,Gejala klinis , Fungsi paru , Kualitas hidup&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159027</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 15:43:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 16:13:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>