<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="159015">
 <titleInfo>
  <title>ETNOBOTANI DAN KONSERVASI TUMBUHAN OBAT YANG DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT DI KECAMATAN BLANG PEGAYON, KABUPATEN GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Asni Maryam</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Biologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecamatan Blang Pegayon, Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu wilayah yang keanekaragaman hayati yang tinggi. Masyarakat yang ada di daerah ini membudidayakan berbagai spesies tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai tumbuhan obat. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, metode pengolahan, dan strategi konservasi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Populasi penelitian adalah masyarakat yang ada di Kecamatan Blang Pegayon Kabupaten Gayo Lues. Sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling yang melibatkan masyarakat dari 6 desa yang berada di Kecamatan Blang Pegayon yaitu Desa Akang siwah, Anak reje, Tetingi, Bener baru, Kong, dan Blang Bengkik. Responden terdiri dari 2 tabib dan 6 masyarakat umum dari setiap desa, dengan total 48 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi-struktur, observasi, identifikasi tumbuhan dengan menggunakan aplikasi picture this dan website Plant of the World Online (POWO) dan dokumentasi. Data yang didapat akan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 51 spesies tumbuhan dari 29 familia yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Bagian tumbuhan yang paling sering digunakan adalah daun (58%) dengan cara pengolahan utama berupa ditumbuk (26%). Cara memperoleh tumbuhan obat dilakukan melalui budidaya di pekarangan rumah (40%), penanaman di ladang atau kebun (40%), dan pemanfaatan tumbuhan liar di lingkungan sekitar (20%). Hal ini mengindikasikan bahwa tumbuhan obat masih banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari dan dijaga keberlangsungannya dengan cara yang mudah dijangkau.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS - ECONOMIC BOTANY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ETNOBOTANY</topic>
 </subject>
 <classification>581.634</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>159015</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 15:24:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-09 14:53:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>