<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158997">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI TANGLA PADA KECAMATAN KRUENG SABEEE, KABUPATEN ACEH JAYA, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BILAL DHANI PUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Geologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecamatan Krueng Sabee merupakan daerah penelitian yang terletak pada kabupaten Aceh Jaya provinsi Aceh. Pada daerah penelitian terdiri dari beberapa formasi, yaitu Formasi Batugamping Teunom, Anggota Terumbu (Mutrl), Formasi Tangla (Tlt), Formasi Tangla, Fasies Vulkanik (Tltv) dan juga Alluvium (Qh). Menurut Bennet dkk., (1981) daerah penelitian terdiri dari jenis lingkungan pengendapan yang berbeda, dan juga daerah penelitian berdekatan dengan provenence gunungapi. Hal tersebut merupakan salah satu faktor untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai lingkungan pengendapan agar dapat mengetahui sejarah geologi yang terjadi pada daerah penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi pada, geomorfologi, dan juga lingkungan pengendapan pada daerah penelitian. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode pemetaan geologi, metode stratigrafi terukur dan juga metode petrografi. Metode pemetaan geologi merupakan metode observasi lapangan yang dilakukan secara langsung berdasarkan kondisi geologi yang tersingkap dilapangan, data yang dihasilkan nantinya berupa data deskripsi batuan, data struktur geologi dan juga data geomorfologi. Hasil yang didapatkan dari pengamatan geomorfologi terdapat 7 satuan bentang alam, yaitu lereng karst denudasional, lereng karst pada batugamping yang relatif  keras (K2), debu,tuff atau dataran/padang lapili (V12),  perbukitan dan lereng denudasional dengan erosi sedang sampai parah (D2), dataran (D5), tanggul fluvial, punggungan alluvial dan gosong tepi (F4), dataran banjir (F3) dan tubuh sungai (F1). Persebaran litologi pada daerah penelitian terdiri dari 6 satuan batuan, yaitu endapan alluvium, tuff perselingan lanau tangla, batupasir tangla, batulumpur tangla, batugamping Teunom, dan dolostone Teunom. Bedasarkan hasil analisis lingkungan pengendapan pada daerah penelitian, didapatkan beberapa jenis lingkungan pengendapan, yaitu batugamping yang terendapkan pada lingkungan lagoon, batupasir yang terendapkan pada lingkungan upper estuarine channel, dan perselingan lanau-tuff terendapkan pada lingkungan floodplain. Lingkungan pengendapan formasi tangla pada daerah penelitian terletak pada sistem pengendapan floodplain - upper estuarine channel.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158997</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 14:58:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 15:22:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>