<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158973">
 <titleInfo>
  <title>INOVASI AREM-AREM MI SAGU (METROXYLON SAGU) UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN LOKAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Santi Ahmalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang menuntut diversifikasi pangan lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan impor seperti beras dan gandum. Sagu adalah salah satu potensi lokal yang memiliki peluang besar sebagai sumber karbohidrat alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk pangan berbasis sagu dalam bentuk arem-arem. Arem-arem atau disebut juga dengan “lontong isi” merupakan penganan yang berasal dari Jawa, arem-arem biasanya menggunakan bahan dasar beras, dan digantikan dengan mi sagu sebagai upaya mendukung ketahanan pangan lokal. penelitian ini meliputi pengaruh karakteristik organoleptik (warna, aroma, tektsur dan rasa) terhadap produk arem-arem dan mengetahui daya terima konsumen. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) oleh 4 panelis ahli Tata Boga PKK USK. dan uji penerimaan (Acceptability Test) oleh 30 panelis konsumen mahasiswa umum USK. Teknik pengolahan data menggunakan alat penilaian yaitu Sensory Evaluation Card dan Hedonic Scale Card, yang kemudian data uji pengamatan dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata (mean) dari total nilai narasumber dan uji penerimaan menggunakan analisis Paired Sample T-Test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan panelis ahli dan konsumen memiliki penilaian yang tidak jauh berbeda. Arem-arem yang paling disukai adalah arem-arem resep standar (Ar250). Diperoleh hasil uji pengamatan oleh narasumber dengan nilai rata-rata warna putih (6), aroma harum (6), tekstur pulen (6,1) serta rasa gurih (6,5). Hasil uji penerimaan oleh konsumen diperoleh nilai rata-rata warna putih (4), tekstur pulen (4,1), rasa gurih (4,3) sedangkan untuk nilai rata-rata dari segi aroma (3,8) dengan keterangan (harum berempah) konsumen lebih menyukai arem-arem mi sagu (Ar025). Hasil uji hipotesis menyatakam bahwa adanya pengaruh karakteristik organoleptik terhadap produk arem-arem dari segi warna dan tekstur, dan adanya pengaruh daya terima konsumen terhadap arem-arem mi sagu dan resep standar, maka dari itu hipotesis diterima.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158973</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 14:02:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 14:15:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>