BIOGRAFI TU BAKA: SOSOK DIBALIK KEPOPULERAN SATE MATANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

BIOGRAFI TU BAKA: SOSOK DIBALIK KEPOPULERAN SATE MATANG


Pengarang

Farisa Aprilia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Drs. Mawardi, M.Hum., - 196803281993031001 - - - Dosen Pembimbing I
Nurasiah - 197612312005012002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2106101020056

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

920

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Farisa Aprilia. (2024). Biografi Tu Baka: Sosok dibalik Kepopuleran Sate Matang.
[Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah Bimbingan Drs. Mawardi, M.Hum.,
M.A. dan Nurasiah, S.Pd., M.Pd.
Kuliner tradisional mencerminankan identitas dari suatu daerah Salah satu kuliner
khas Indonesia yang terkenal hingga mancanegara adalah sate yang berkembang di
berbagai daerah di Indonesia dengan modifikasi sesuai karakter lokal. Sate Matang,
sebuah varian sate yang muncul di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada tahun 1970-an,
memiliki penyajian dan cita rasa yang otentik, sehingga mudah diterima oleh
masyarakat dan menjadi populer di daerah tersebut. Salah satu tokoh yang berperan
besar dalam mempopulerkan sate matang adalah Tu Baka, yang melalui strategi
bisnisnya berhasil mempertahankan eksistensi sate matang di tengah persaingan
yang ketat. Penelitian ini berisikan riwayat kehidupan dari Tu Baka, bagaimana
strategi beliau dalam mempertahankan usaha sate matang yang telah dirintis selama
55 tahun serta polarisasi kehidupan Tu Baka setelah sate matang dikenal oleh
masyarakat luas. Penelitian terkait tokoh ini belum tersentuh oleh kajian ilmiah,
sehingga penelitian ini dilakukan untuk menggali kontribusinya dalam
perkembangan kuliner tradisional. Diharapkan pula bagi pihak-pihak terkait baik itu
pemerintah daerah, pelaku usaha kuliner tradisional sate matang dan juga
masyarakat dapat ikut serta melestarikan dan menjaga kuliner tradisional sate
matang, tidak hanya sekedar menjadi destinasi kuliner dan pendongkrak sektor
perekonomian saja namun menjadi identitas budaya dan kearifan lokal Kabupaten
Bireuen yang patut dijaga keorisinalitasnya.
Kata kunci: Tu Baka, Kuliner Tradisonal, Sate Matang, eksistensi.

Farisa Aprilia. (2024). Biography of Tu Baka: The figure behind the popularity of Sate Matang [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Under Direction of Drs. Mawardi, M.Hum., M.A. and Nurasiah, S.Pd., M.Pd. Traditional cuisine reflects the identity of a region. One of the famous Indonesian dishes that has gained international recognition is satay, which has developed in various regions of Indonesia with modifications based on local characteristics. Sate Matang, a variant of satay that originated in Bireuen Regency, Aceh, in the 1970s, has an authentic presentation and taste, making it easily accepted by the community and popular in the region. One of the key figures who played a major role in popularizing sate matang is Tu Baka, who, through his business strategies, successfully maintained the existence ofsate matang amid intense competition. This research contains the life history of Tu Baka, his strategies in preserving the sate matang business he pioneered for 55 years, and the polarization of his life after sate matang became widely known by the public. Research related to this figure has not yet been addressed by scientific studies, so this research aims to explore his contributions to the development of traditional cuisine. It is also hoped that related parties, including the local government, sate matang culinary entrepreneurs, and the community, can participate in preserving and safeguarding sate matang as a traditional cuisine, not only as a culinary destination and a booster of the economy but also as a cultural identity and local wisdom of Bireuen Regency that should be preserved in its originality. Keywords: Tu Baka, Traditional Cuisine, Sate Matang, Existence.

Citation



    SERVICES DESK