<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158951">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI WASTE MATERIAL PADA PROYEK TAMAN SAINS TEKNOLOGI HERBAL HORTIKULTURA TAHAP II DI SUMATERA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Haiqal Rizqan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Material merupakan faktor penting dalam biaya proyek konstruksi, dengan kontribusi sebesar 40-60% dari total biaya Pembangunan. Oleh karena itu, pengelolaan material yang tepat sangat diperlukan untuk menghindari masalah, khususnya waste material yang dapat meningkatkan biaya dan menurunkan efisiensi proyek. Pada pelaksanaan Proyek Pembangunan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Tahap II di Sumatera Utara dengan anggaran sebesar Rp.171.500.000.000, penerapan Project Resource Management berdasarkan PMBOK menjadi sangat penting yaitu pengendalian sumber daya dan tenaga kerja untuk mencegah waste material yang merugikan owner maupun kontraktor. Berdasarkan penjelasan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi jenis waste material yang paling banyak ditimbulkan, faktor penyebab waste material yang paling dominan yang terjadi, dan penanganan yang tepat dalam mengurangi waste material. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan wawancara, observasi, dan kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden dari kontraktor dan konsultan pengawas sebagai data primer, serta studi literatur sebagai data sekunder. Validitas kuesioner diuji dengan Pearson Product Moment dan reliabilitas dengan Cronbach Alpha, sedangkan data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan Frequency Index (FI). Hasil menunjukkan kaca sebagai material dengan waste material terbanyak (FI=0,564), dan cuaca sebagai faktor penyebab utama waste material (FI=0,724), strategi penanganan paling efektif adalah pemilihan supplier yang efisien dan pelaksanaan arahan pemangku kepentingan (FI=0,884). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan perencanaan dan pengelolaan sumber daya material secara sistematis untuk meminimalisir waste material di proyek mendatang.&#13;
Kata Kunci: waste material, proyek konstruksi, frequency index&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158951</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 13:13:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 14:40:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>