<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158907">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA MAHASISWA PERANTAUANRN(STUDI ADAPTASI PADA MAHASISWA PAPUA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIKA TAMARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas proses adaptasi mahasiswa Papua di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dalam konteks komunikasi antarbudaya. Mahasiswa Papua yang merantau ke Aceh menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan bahasa, norma sosial, dan budaya yang dipengaruhi oleh penerapan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa Papua beradaptasi dengan lingkungan baru serta strategi yang mereka gunakan untuk mengatasi hambatan komunikasi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang, yang merupakan mahasiswa perantauan Papua yang berkuliah di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian ini mengacu pada teori adaptasi budaya Robert Dubin, yang membagi proses adaptasi ke dalam tiga aspek utama: definisi sistem, deskripsi sistem, dan pembentukan teori.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi mahasiswa Papua melalui tiga tahap dalam model adaptasi Kurva-U: (1) Fase Penyesuaian Awal (Honeymoon Stage), di mana mahasiswa merasa antusias terhadap lingkungan baru; (2) Fase Krisis (Crisis Stage), saat mereka mengalami culture shock akibat perbedaan bahasa, kebiasaan sosial, dan stereotip; serta (3) Fase Penyesuaian Kembali (Adjustment Stage), ketika mereka mulai memahami budaya lokal dan menjalin interaksi sosial yang lebih baik. Dari hasil penelitian di lapangan, mahasiswa Papua menggunakan beberapa strategi adaptasi, seperti bergabung dalam komunitas kampus, mempelajari bahasa Aceh, serta membangun hubungan dengan mahasiswa lokal untuk mempercepat interaksi sosial.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Adaptasi Mahasiswa, Mahasiswa Papua, Universitas Syiah Kuala&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158907</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 11:10:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 11:31:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>