<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1589">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LAJU ALIRAN CAIRAN PENDINGIN BERTEKANAN TINGGI TERHADAP KEAUSAN TEPI PAHAT PADA PROSES BUBUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>azwar maulana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada proses pemotongan logam, gesekan antara benda kerja dengan pahat akan menimbulkan panas, sehingga temperatur pahat terutama bidang aktif pahat akan sangat tinggi. Hal ini mengakibatkan terjadinya keausan pada pahat. Jika keausan terjadi secara terus menerus akan memperbesar gaya pemotongan akibatnya kualitas produk akan menurun. Pendinginan konvensional biasanya dilakukan untuk mengurangi keausan pada pahat. Akan tetapi pendinginan ini tidak efektif karena tidak mampu menjangkau daerah antara bidang geram dan geram dimana terjadi temperatur maksimum. Penggunaan cairan pendingin bertekanan tinggi merupakan salah satu cara efektif untuk menurunkan  keausan tepi pahat. Penelitian dilakukan pada proses bubut material baja karbon sedang dengan menggunakan pahat HSS. Dalam penelitian ini benda kerja digunakan sebanyak 12 buah dan pahat yang digunakan  jenis HSS. Penelitian dilakukan dengan cara memvariasikan nozzle dan kedalaman potong. Nozzle yang digunakan sebanyak 4 buah dengan diameter berbeda (0,7 mm, 0,9 mm, 1,2 mm, dan 1,5 mm) dengan kedalaman potong 0,5 mm, 1mm dan 2mm Pengukuran keausan tepi pahat menggunakan microscope optik. Nilai keausan tepi pahat terkecil terjadi pada penggunaan nozzle berdiameter 1,5 mm dengan kedalaman potong 0,5 mm yaitu 0,07 mm dan nilai keausan tepi pahat terbesar terjadi pada penggunaan nozzle berdiameter 0,9 mm dengan kedalaman potong 1 mm yaitu 0,39 mm.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>LATHES-MACHIN ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.942</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1589</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-10-01 14:11:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-02 14:45:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>