PENGARUH LAJU ALIRAN CAIRAN PENDINGIN BERTEKANAN TINGGI TERHADAP KEAUSAN TEPI PAHAT PADA PROSES BUBUT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH LAJU ALIRAN CAIRAN PENDINGIN BERTEKANAN TINGGI TERHADAP KEAUSAN TEPI PAHAT PADA PROSES BUBUT


Pengarang

azwar maulana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0704102020019

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

621.942

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pada proses pemotongan logam, gesekan antara benda kerja dengan pahat akan menimbulkan panas, sehingga temperatur pahat terutama bidang aktif pahat akan sangat tinggi. Hal ini mengakibatkan terjadinya keausan pada pahat. Jika keausan terjadi secara terus menerus akan memperbesar gaya pemotongan akibatnya kualitas produk akan menurun. Pendinginan konvensional biasanya dilakukan untuk mengurangi keausan pada pahat. Akan tetapi pendinginan ini tidak efektif karena tidak mampu menjangkau daerah antara bidang geram dan geram dimana terjadi temperatur maksimum. Penggunaan cairan pendingin bertekanan tinggi merupakan salah satu cara efektif untuk menurunkan keausan tepi pahat. Penelitian dilakukan pada proses bubut material baja karbon sedang dengan menggunakan pahat HSS. Dalam penelitian ini benda kerja digunakan sebanyak 12 buah dan pahat yang digunakan jenis HSS. Penelitian dilakukan dengan cara memvariasikan nozzle dan kedalaman potong. Nozzle yang digunakan sebanyak 4 buah dengan diameter berbeda (0,7 mm, 0,9 mm, 1,2 mm, dan 1,5 mm) dengan kedalaman potong 0,5 mm, 1mm dan 2mm Pengukuran keausan tepi pahat menggunakan microscope optik. Nilai keausan tepi pahat terkecil terjadi pada penggunaan nozzle berdiameter 1,5 mm dengan kedalaman potong 0,5 mm yaitu 0,07 mm dan nilai keausan tepi pahat terbesar terjadi pada penggunaan nozzle berdiameter 0,9 mm dengan kedalaman potong 1 mm yaitu 0,39 mm.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK