<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158857">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TENAGA KERJA, INVESTASI, INFLASI, NILAI TUKAR DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP EMISI CO₂ DI ASEAN 5</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sanny Fitriani Lubis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini menganalisis faktor tenaga kerja, investasi, inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi dalam memengaruhi emisi CO₂ di negara ASEAN 5. Metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) diterapkan untuk menganalisis data panel yang diperoleh dari World Bank selama periode 2003–2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap emisi CO₂ dalam jangka pendek. Namun, investasi dan inflasi berpengaruh secara signifikan, yang mengindikasikan bahwa variabel tersebut mempengaruhi peningkatan emisi CO₂ dalam jangka pendek. Sebaliknya, dalam jangka panjang, tenaga kerja, investasi, dan inflasi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap emisi CO₂, yang menunjukkan bahwa peningkatan dalam variabel-variabel tersebut justru berkontribusi pada penurunan emisi CO₂. Sementara itu, nilai tukar tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan emisi CO₂ dalam jangka panjang, sedangkan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa tanpa kebijakan lingkungan yang memadai, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan emisi CO₂. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa faktor struktural ekonomi, seperti investasi dan pertumbuhan ekonomi, berperan dalam menentukan tingkat emisi CO₂, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sesuai dengan hipotesis Environmental Kuznets Curve hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan emisi CO₂ yang menunjukkan bahwa negara-negara ASEAN 5 kemungkinan masih berada pada tahap awal kurva EKC, di mana pertumbuhan ekonomi masih berkorelasi positif dengan peningkatan emisi. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi yang berfokus pada efisiensi energi, dan pengendalian aktivitas ekonomi yang tidak ramah lingkungan menjadi kunci dalam upaya pengurangan emisi CO₂.&#13;
&#13;
Kata kunci: 	Emisi CO2, Tenaga Kerja, Investasi, Inflasi, Nilai Tukar, Pertumbuhan Ekonomi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ENVIRONMENT - ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>333.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158857</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 09:25:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 09:50:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>