PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL, INVESTASI, TENAGA KERJA, DAN IPM TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL, INVESTASI, TENAGA KERJA, DAN IPM TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA


Pengarang

Harist Maulana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sofyan Syahnur - 197005111997021001 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Abrar - 197708022005011004 - Dosen Pembimbing II
Ernawati - 197410032006042001 - Penguji
Muhammad Nasir - 197411112003121002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2301201010023

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi S2., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL, INVESTASI, TENAGA KERJA DAN IPM TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
Oleh : Harist Maulana
NPM : 2301201010023

Pembimbing 1 : Prof. Dr. Sofyan Syahnur, S.E., M.Si
Pembimbing 2 : Dr. Muhammad Abrar , S.E., M.Si


Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan suatu daerah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desentralisasi fiskal, investasi, tenaga kerja, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Desentralisasi fiskal diukur melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Alokasi Khusus (DAK), sementara investasi direpresentasikan oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Faktor tenaga kerja diukur berdasarkan jumlah angkatan kerja yang bekerja, sedangkan IPM digunakan sebagai indikator kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, regresi data panel dengan metode Ordinary Least Square. Data dikumpulkan dari 34 provinsi di Indonesia periode tahun 2014 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAU, DBH, dan DAK berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang mengindikasikan bahwa transfer fiskal dari pemerintah pusat ke daerah dapat mendorong aktivitas ekonomi di tingkat daerah. Selain itu, PMDN dan PMA juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, tenaga kerja menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tenaga kerja belum diiringi dengan peningkatan keterampilan dan produktivitas yang memadai. Sementara itu, IPM memiliki pengaruh positif dan signifikan, yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Temuan ini menekankan pentingnya optimalisasi kebijakan fiskal, peningkatan efektivitas alokasi dana daerah, serta strategi pengembangan kualitas tenaga kerja dan pembangunan manusia guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.

Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Desentralisasi Fiskal, Investasi,
Tenaga Kerja, Indeks Pembangunan Manusia.

ABSTRACT THE EFFECT OF FISCAL DECENTRALIZATION, INVESMENT, LABOUR, AND HUMAN DEVELOPMENT INDEX ON ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA By : Harist Maulana NPM : 2301201010023 Supervisor 1 : Prof. Dr. Sofyan Syahnur, S.E., M.Si Supervisor 2 : Dr. Muhammad Abrar , S.E., M.Si Economic growth is a key indicator of successful regional development. This study aims to analyze the effects of fiscal decentralization, investment, labor, and the Human Development Index (HDI) on economic growth in Indonesia. Fiscal decentralization is measured through General Allocation Funds (DAU), Revenue Sharing Funds (DBH), and Special Allocation Funds (DAK), while investment is represented by Domestic Investment (PMDN) and Foreign Direct Investment (FDI). Labor is measured by the number of employed workers, and HDI serves as an indicator of human capital quality. This study employs a quantitative approach using panel data regression with the Ordinary Least Square (OLS) method. The data covers 34 provinces in Indonesia from 2014 to 2023. The results indicate that DAU, DBH, and DAK have a positive and significant effect on economic growth, suggesting that fiscal transfers from the central government to local governments stimulate regional economic activity. Both PMDN and FDI also show a positive and significant impact. However, labor has a negative and statistically insignificant effect on economic growth, implying that the increase in labor supply has not been accompanied by improvements in skills and productivity. On the other hand, HDI has a positive and significant effect, reinforcing the notion that improving education and healthcare plays a crucial role in enhancing labor productivity and driving economic growth. These findings highlight the importance of optimizing fiscal policy, improving the effectiveness of regional fund allocation, and formulating strategies to enhance labor quality and human development in order to support sustainable economic growth in Indonesia. Keywords : Economic Growth, Fiscal Decentralization, Investment, Labor, Human Development Index.

Citation



    SERVICES DESK