<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158789">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEBERADAAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA MON IKEUN, KECAMATAN LHOKNGA DAN DESA DAYAH MAMPLAM, KECAMATAN LEUPUNG, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAIRUZ AKBAR PASYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebutuhan air yang semakin meningkat diharapkan berbanding lurus dengan ketersediaan air pada suatu wilayah. Maka diperlukan adanya identifikasi dan eksplorasi potensi air tanah dengan menggunakan metode pendugaan geolistrik. Penelitian ini dilakukan pada tiga titik di wilayah Lhoknga dan Leupung, Aceh Besar yang ketika penelitian ini dilakukan sedang mengalami kekeringan, untuk itu dilakukan pengukuran geolistrik demi menemukan potensi air tanah dan mendukung pembuatan sumur bor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode geolistrik dengan konfigurasi Schlumberger dengan pendugaan Vertical Electrical Sounding (VES). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebaran nilai resisitivitas secara sounding pada titik kuburan massal sebesar 4,35 – 3.218 Ωm, dengan kedalaman hingga 48,2 meter. Keberadaan air tanah pada titik ini diduga terdapat pada kedalaman 29,6 – 48,2 meter (ketebalan 18,6 meter). Lalu sebaran nilai resisitivitas secara sounding pada titik sawah mon ikeun sebesar 3,85 – 140 Ωm, dengan kedalaman hingga 41 meter. Keberadaan air tanah pada titik ini diduga terdapat pada kedalaman 8,15 – 14 meter (ketebalan 5,85 meter) dan kedalaman 31,7 – 41 meter (ketebalan 9,3 meter). Pada titik leupung sebaran nilai sounding sebesar 24 – 45.197 Ωm, dengan kedalaman hingga 50 meter. Keberadaan air tanah pada titik ini diduga terdapat pada kedalaman 22,4 – 50 meter (ketebalan 27,6 meter). Hasil penelitian ini mengidentifikasi air tanah yg terdapat pada tiga titik lokasi penelitian merupakan air tanah dangkal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158789</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-07 20:50:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-08 08:57:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>