<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158787">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  POTENSI LIKUIFAKSI  PADA JEMBATAN  LAGUNA MEURAXA  KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bahagia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi potensi  likuifaksi  bertujuan untuk  menganalisis  terjadi  tidaknya  likuifaksi apabila  terjadi  gempa  bumi.  Pada  suatu lapisan  tanah  pasir  yang' jenuh air, getaran-getaran  gempa  bumi  menyebabkan terjadi  suatu  gejala likuifaksi yang merupakan   gejala keruntuhan struktural  tanah  akibat  menerima  beban  cyclic (berulang). Beban cyclic :ini menimbulkan perubahan-perubahan di dalam deposit tanah, berupa peningkatan tekanan air pori sehingga kekuatan  geser tanah menjadi berkurang   atau  hilang  (loss  strength).  Tanah  pasir  yang  kehilangan   seluruh kekuatan gesernya akan mencair dan berprilaku seperti fluida. Studi ini dilakukan pada  lokasi jembatan Laguna.  Struktur lapisan  tanah pada  lokasi  ini berpasir.&#13;
Berdasarkan data sekunder yang dikumpulkan dari PT. Fajar - Perapen Prima Jo,&#13;
diperoleh  4 titik  bor.  Data  gempa  dalam  radius  epicenter (R) maksimum  300&#13;
kilometer,   dan magnitude   5,75  skala  Richter  dari  Banda  Aceh  diperoleh  dari Soekarno et al. (1983), dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Mata ie Banda Aceh  (2010), kemudian  percepatan gempa rata-rata di permukaan  tanah  dianalisis  dengan menggunakan persamaan  percepatan gempa Donovan  (1972), Newmark  (1968), dan Kawashumi. Potensi likuifaksi dianalisis&#13;
menggunakan metoda Kishida (1969), Seed &amp; Idriss (1971), Valera  &amp; Donovan&#13;
(1977),  Seed et al (1976), Whitman (1971), dan Castro (1975) dengan profil bor&#13;
log, N-SPT  dan magnitude  gempa. Hasil  studi ini menunjukkan bahwa  dengan menggunakan metoda Kishida  (1969) pada titik bor 1, titik bor 2 dan titik bor 3 secara  umum  tidak  likuifaksi,   sedangkan  titik  bor  4  secara  umum  likuifaksi. &#13;
Metoda Seed &amp; Idriss (1971) memberikan hasil'&#13;
 &#13;
tidak likuifaksi. Metoda Valera &amp; &#13;
Donovan  (1977) secara umum likuifaksi. Metoda  Seed et al (1976) memberikan hasil likuifaksi terjadi hanya pada magnitude  gempa  8,9 skala Richter  di semua &#13;
titik bor.  Sedangkan Metoda  Whitman  (1971) dan Castro  (1975)  secara umum tidak likuifaksi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158787</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-07 16:31:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-07 16:31:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>