Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGUKURAN DEBIT ALUR SUNGAI MENGGUNAKAN METODE KUALITAS AIR
Pengarang
Basrahluddin - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0409200060005
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2009
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kualitas daerah aliran sungai (DAS) dapat diketahui dari besarnya debit dimana besarnya dapat diketahui melalui pengukuran hidrometri. Secara umum hidrometri dapat dikatakan sebagai pengumpulan data keairan berupa data curah hujan dan juga data debit. Besarnya debit dapat diperoleh dengan melakukan langsung maupun tidak langsung. Jenis pengukuran secara langsung diantaranya terdiri dari metode luas-kecepatan, metode pengukuran debit dengan teknik larutan garam, metode electromagnetic dan metode ultrasonik. Metode pengukuran debit secara tidak langsung meliputi pengukuran melalui bangunan air seperti bendung dan metode kemiringan-luas. Penetapan metode pengukuran debit untuk kedua teknik tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi sungai yang akan diukur, agar hasil pengukuran yang diperoleh lebih akurat dan mudah dalam pelaksanaan. Pada kondisi alur sungai dengan morfologi yang sempit dan debit kecil diperlukan pemilihan metode yang tepat. Salah satu metode pengukuran yang dapat diterapkan adalah dengan teknik larutan garam (salt dilution) atau sering disebut dengan metode kualitas air. Metode kualitas air merupakan metode alternatif dalam pengukuran debit, tetapi hal ini jarang sekali dilakukan. Dalam perkembangannya, metode kualitas air ini sesuai untuk mengukur debit pada sungai sempit dan beraliran deras yang tidak mudah diukur dengan current meter. Cara pelaksanaan metode kualitas air dilakukan dengan mencampur sejumlah garam dengan air destilasi (air mineral) dan air sungai yang sudah ditentukan ukurannya. Dalam perhitungan debit metode ini juga tidak membutuhkan perhitungan pendekatan seperti halnya pada metode 'velocity area'. Hasil pengukuran debit dengan metode diskusi menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan metode pengukuran dimensi fisik aliran. Perbedaan nilai ini disebabkan karena kesemuanya masih memasukkan nilai-nilai prediksi. Dengan penyimpangan sekitar 5%, maka pengukuran debit metode diskusi dapat diterima dan dapat digunakan, selanjutnya untuk pengukuran debit bukan saja dalam lingkup penelitian akan tetapi juga dalam dunia nyata untuk mengukur debit dalam menunjang pembangunan.
Kata kunci: metode kualitas air, debit, pengukuran air
Tidak Tersedia Deskripsi
PERHITUNGAN DEBIT AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG LAMNYONG BERDASARKAN KONDISI PASANG SURUT (Suirfan Fitriadi, 2022)
PEMODELAN FISIK NORMALISASI SUNGAL PADA PIAS SUNGAI BERBELOK (MUCHTARRUDDINUR, 2024)
KAJIAN PENELUSURAN BANJIR (FLOOD ROUTING) TERHADAP KAPASITAS TAMPUNGAN SUNGAI DI HILIR WADUK KEUREUTO KABUPATEN ACEH UTARA (Rais Buldan, 2016)
KONSEP EKOHIDROLIK DALAM PENGENDALIAN BANJIR PADA DAERAH SUNGAI LAE KOMBIH KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH (Nida Adila, 2021)
PEMODELAN FISIK DISTRIBUSI SEDIMEN DENGAN ADANYA PERUBAHAN TAMPANG ALIRAN (RETNO KURNIAWATI, 2024)