IDENTIFIKASI POTENSI LONGSOR BERDASARKAN DATA POLARISASI TERIMBAS DI KAMPUNG PERSAHABATAN INDONESIA-TIONGKOK, DESA NEUHEN, ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI POTENSI LONGSOR BERDASARKAN DATA POLARISASI TERIMBAS DI KAMPUNG PERSAHABATAN INDONESIA-TIONGKOK, DESA NEUHEN, ACEH BESAR


Pengarang

Muhammad Haikal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1104107010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Longsor merupakan salah satu bencana alam yang sangat berkaitan erat dengan sifat fisik tanah dan batuan yaitu kemiringan lereng, struktur geologi, vegetasi penutup serta faktor beban dan getaran. Pada penelitian ini parameter sifat fisik tanah didekati berdasarkan sifat chargeabilitas menggunakan metode Polarisasi Terimbas (IP). Lokasi penelitian di Kampung Persahabatan Indonesia-Tiongkok, Desa Neuhen, Kabupaten Aceh Besar menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Penentuan lintasan pengukuran dilakukan sejajar dengan topografi untuk mendapatkan kemiringan sehingga didapatkan 2 (dua) lintasan dengan panjang 330 meter dengan spasi elektroda 6 meter. Kemudian 1 (satu) lintasan melintang dengan panjang 168 meter dengan spasi elektroda 3 meter menggunakan alat AGI SuperSting R8. Data yang didapat kemudian diolah menggunakan software Res2Dinv sehingga diperoleh model 2D chargeabilitas bawah permukaan daerah penelitian. Hasil interpretasi dari ketiga lintasan menunjukkan lintasan NH 2 dan NH 3 sangat berpotensi terjadinya longsor. Penyebabnya dari kemiringan lereng dan lapisan tanah penyusunnya yang didominasi oleh lapisan lempung dengan nilai chargeabilitas 1-3 msec dan batuan vulkanik 6-9 msec. Lintasan NH 1 didominasi oleh batuan vulkanik tufa yang bersifat labil atau tidak kokoh juga sangat berpotensi terjadinya longsor. Hal ini dikuatkan dengan bukti fisik dari pengamatan langsung di lapangan yang menunjukkan turunnya bagian dari muka jalan (amblesan) sekitar 5 cm pada lintasan pengukuran ini.
Kata Kunci: Longsor, Polarisasi Terimbas, chargeabilitas

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK