<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158747">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEBERADAAN JALUR HIJAU MANGROVE DALAM UPAYA KONSERVASI WILAYAH  PESISIR (STUDI  KASUS  MANGROVE DI  KECAMATAN LANGSA  TIMUR KABUPATEN ACEH TIMUR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Maila Hanum</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan</publisher>
   <dateIssued>2003</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>CUT MAILA   HANUM. Analisis Keberadaan  Lebar Jalur Hijau Mangrove dalam Lpaya  Konservasi Wilayah Pesisir. (dibawah bimbingan Hairul Basni, sebagai ketua dan Agus Halim, scbagai anggota)&#13;
          Kabupaten Aceh Timur merupakan daerah yang memibiki hutan  mangrove terluas  di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.  Luas hutan mangrove Aceh Timur diperkirakan  169.580,52  Ha yang  dapat dikatagorikan  sebagai  mangrove yang dalam kondisi baik  seluas  17.251,65 Ha, rusak sedang seluas 139.823,I9 Ha dan rusak bera seluas  12  05,68 Ha (Dirjen RRL,  1998). Kondisi  jalur  hijau berupa  hutan mangrove di Kabupaten Aceh  Timur  sudah mengalami  degradasi  yang  cukup parah  Hampir seluruh daerah yang  bersempadan dengan pantai jalur hijaunya sudah tidakdijumpai lagi, kalaupun ada tersisa kondisinrya sudah terkotak-kotask (fragmentation).  Penyebab utama rusaknya  jalur hijau mangrove adalah perubahan fungsi  (kooversi) jalur hijau mangrove  untuk kawasan permukiman, pertaumbaka  serta  pengambilan kay bakau untuk  keperluan  pertukangan dan industri arang Kerusakan  butan  mangrove beranti kerusakan  dn musnahnya biota   alami   didalamay.   Hal  ini  dapat   disebabkan&#13;
terkonversinya hutan  mangrove  menjadi  tambak-tambak atau  kcbutuhan  lainnya, serta eksploitasi yang tidak terkendala. Kondisi ini  harus dicegah dengan menjadikan hutan  mangrove sebagai kawasan hutan indung pada areal dengan  luasan iertentu, dan hal  ini dikenal istilah jalur hijau hutan mangrove. Jalur hijau imi mempunyai lebar yang  dervariasi tergantung kebutuhan dan kepentingannya  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui variasi  lebar jalur hijau   hutan mangrove.&#13;
dan lebar jalur  yang  optimal yang diperthankan  dilihat  dan sudut  kemampuan mengurangi terjadinya  intrusi air laut serta peran butan mangrove dalam mengurangi intrusi air  laut dibandingkan dengan areal pesisir yang tidank bermangrove.&#13;
          Penelitian tentang  analisis  keberadaan jalur  hijau  mangrove  dalam  apaya konservasi  wilayah  pesisir  dilaksanakan di  Kecamatan  Langsa Timur  Kabupaten Aceh   Timur  pada  bulan  Mei  sampai  Juni  2002   dan  untuk  mcngeuahui tingkat hubungan jalur hijau ini, digunakan analisis statistk sedertaa melalui model  regresi.&#13;
Sedangkan untuk  mengetahui hubungan jalur hijau mangrove dengan intrust, peubah penentu  lebar  jalur tijau  terdin dari vaniabel   Y adalah  intrusi air   laut sedangkan vaniabel   X  adalah lebar jalur  hijau  dengan  menggunakan  metode eksponensial negatf&#13;
          Hasil   penelitisn  ini   menunjukkan  kemampuan buatan  mangrove  mengurangi intrusi    air   Laut  melalui  suatu  rumusan hubungan regresi   antara  keberadaan hutan dengan intrusi air laut pada suatu model hubungan dimana nilai Bl yang negatif yaitu  sekitar -0,0l kali perubahan luasan mangrove terhadap konstanta 3,00  yang berarti keberadaan  hutan  mangrove  dapat  mengurangi intrusi  sebesar  0,01    kali   lahan mangrove. Adapun persamaannya adalah sebagai berikut  :&#13;
                                                   lntrusi 3,00- 0,04 lebar Hutan&#13;
&#13;
Dengan tingkat R2  =   92,3%  &#13;
Dari model   rumusan eksponensial negatif juga  dapat  diprediksikan untuk  kawasan pesisis   Kecamatan   Langsa  Timur berdarakan perbandingan  data jarak intrusi  yang terjadi pada  ketiga  wilayah pesisir,  tingkat  lebar jalur  hijau  mangrove sekitar 500  meter  maka diprediksikan  intrusi  akan mencapai 3138  meter  dan jika lebar jalur  hijau    mangrove  sebesar  3138  meter  maka  lebar  intrusi akan mencapai  3093  meter.  Kondisi intrusi  air  laut yang terjadi  di  lokasi  penelitian telah mencapai 3 km,  keadaan   ini  dapat  dikurang  lajunya dngan menggunakan  lebar jalur hijau  mangrove sekitar 3095 meter atau 3 km  &#13;
&#13;
&#13;
                               Lebar Intrusi  =  3,1473 e-0,0055  lebar hutan&#13;
                                               R2   =   97,7%&#13;
&#13;
Kecendrungan tingkat intrusi air laut yang terjadi di lokasi penelitian melalui hubungan intrusi air laut dengan lebar jalur huijau menggunakan model  eksponensial negatif ini memberikan nilai  koefisien determinasi (R') sekitar 97,7%&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158747</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-07 15:15:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-07 15:15:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>