<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158683">
 <titleInfo>
  <title>PERUBAHAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH ENTISOL AKIBAT PEMBERIAN AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRILL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shafira Amanda Ameydi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan salah satu sumber protein nabati masyarakat Indonesia yang produksinya masih rendah karena berkurangnya lahan yang subur akibat dari penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Sifat fisika dan kimia pada tanah Entisol kurang baik untuk pertumbuhan tanaman dikarenakan unsur hara yang sedikit sehingga tidak optimalnya pertumbuhan tanaman. Sehingga perlu dilakukan perbaikan sifat fisik dan kimia Entisol dengan memberikan amelioran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan sifat fisika dan kimia tanah Entisol akibat pemberian amelioran terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill). &#13;
Penelitian ini berlangsung dari Juni 2024 sampai dengan November 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan tujuh perlakuan dan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 21 unit percobaan. Jenis perlakuan yaitu A0 = tanpa perlakuan, A1 = kompos jerami padi 10 ton ha-1, A2 = kompos jerami padi 20 ton ha-1, A3 = biochar sekam padi 4 ton ha-1, A4 = biochar sekam padi 8 ton ha-1, A5 = kompos jerami padi 10 ton ha-1 + biochar sekam padi 4 ton ha-1, A6 = kompos jerami padi 20 ton ha-1 + biochar sekam padi 8 ton ha-1. &#13;
Pemberian amelioran terhadap tinggi tanaman 2 MST perlakuan A3, A4 dan A6 berbeda nyata terhadap A1, dan tidak berbeda nyata dengan A2 dan A5. Tinggi tanaman 4 MST perlakuan A5 berbeda nyata dengan A0 juga A6, dan tidak berbeda nyata dengan A1, A2, A3, dan A4. Tinggi tanaman 6 MST menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada semua perlakuan. Jumlah cabang 2 MST perlakuan A5 berbeda nyata dengan A0, A1, dan A6, namun tidak berbeda nyata dengan A2, A3, dan A4. Jumlah cabang 4 dan 6 MST perlakuan A2, A3, A4, dan A5 berbeda nyata dengan A0 dan tidak berbeda nyata dengan A1, dan A6. Umur keluarnya bunga menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada setiap perlakuan. Hasil tanaman yaitu jumlah polong, perlakuan A2 dan A3 berbeda nyata dengan A0, dan tidak berbeda nyata dengan A1, A4, A5, dan A6. Bobot 100 biji perlakuan A3 dan A4 berbeda nyata dengan A0 dan A6. Berat berangkasan basah perlakuan A1, A2, A3, A4, dan A5 berbeda nyata dengan A0, namun tidak berbeda nyata dengan A6. Berat berangkasan kering perlakuan A3 berbeda nyata dengan A0 dan A1, namun tidak berbeda nyata dengan A4 dan A5, perlakuan A1 tidak berbeda nyata dengan A2, A4, dan A6. Pada sifat fisika tanah yaitu water holding capacity, kadar air pF 2,5 dan 4,2 juga pori air tersedia, juga terhadap sifat kimia tanah yaitu pH, C-organik, N-total, dan K,dd menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata pada semua perlakuan, namun pada P-tersedia perlakuan A6 berbeda nyata dengan A4, dan tidak berbeda nyata dengan A2, perlakuan A4 tidak berbeda nyata dengan A0.&#13;
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian amelioran mampu memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill), namun tidak memberikan pengaruh terhadap umur keluarnya bunga. Selain itu, pemberian amelioran tidak memberikan pengaruh terhadap sifat fisika dan kimia tanah Entisol, namun dapat meningkatkan nilai pH, P-tersedia, dan kapasitas menahan air (water holding capacity). Perlakuan terbaik terhadap perubahan sifat fisika dan kimia tanah Entisol serta pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill) yaitu perlakuan A3 (biochar sekam padi 4 ton ha-1).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158683</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-07 10:49:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-07 11:13:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>