HUBUNGAN PEMAAFAN DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYINTAS PERCERAIAN ORANG TUA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PEMAAFAN DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYINTAS PERCERAIAN ORANG TUA


Pengarang

ANNISA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Novita Sari - 198711232019032014 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2007101130034

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perceraian merupakan solusi bagi konflik yang dialami pasangan suami istri tetapi
berdampak negatif bagi remaja. Bagi remaja, perceraian orang tua merupakan
peristiwa kehidupan yang paling menimbulkan stres dikaitkan dengan masalah
emosional dan masalah perilaku jangka panjang. Akibat dari perceraian orang tua,
remaja merasa tertekan dan kesulitan menghadapi tantangan hidup hingga
dewasa. Resiliensi menjadi kunci untuk mengatasi dampak negatif yang
ditimbulkan dari perceraian orang tua sehingga resiliensi membantu remaja agar
beradaptasi dan bangkit kembali. Pemaafan berpengaruh positif terhadap
resiliensi. Pemaafan membuat individu siap secara fisik dan psikologis dalam
menghadapi tantangan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan pemaafan dengan resiliensi pada remaja penyintas perceraian orang
tua. Sebanyak 104 remaja penyintas perceraian orang tua di Aceh dipilih
menggunakan teknik quota sampling dan berpartisipasi dalam pengisian
instrumen Brief Resilience Scale (BRS) dan Transgression-Related Interpersonal
Motivations (TRIM-18). Analisis data menunjukkan nilai signifikansi (p) =

Divorce is a solution to the conflicts experienced by married couples but has a negative impact on adolescents. For adolescents, parental divorce is one of the most stressful life events associated with emotional problems and long-term behavioural problems. As a result of their parents' divorce, adolescents feel depressed and have difficulty facing the challenges of life into adulthood. Resilience is the key to overcoming the negative impacts of parental divorce, helping adolescents overcome the negative impacts in order to adapt and bounce back. Forgiveness has a positive influence on resilience. Forgiveness makes individuals more physically and psychologically prepared to face future challenges. This research aims to determine the relationship between forgiveness and resilience in adolescent survivors of parental divorce in Aceh. A total of 104 adolescent survivors of parental divorce in Aceh were selected using this technique quota sampling and participated in completing the Brief Resilience Scale (BRS) and Transgression-Related Interpersonal Motivations (TRIM-18). The data analysis shows a significance value (p) =

Citation



    SERVICES DESK