<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158569">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PERILAKU STRUKTURAL JEMBATAN RNPELENGKUNG BAJA DENGAN VARIASI TINGGI BUSUR RNTERHADAP LENDUTAN DAN TORSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARAS FADEL ISRAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kerusakan jembatan akibat banjir menjadi permasalahan serius dalam &#13;
pengembangan infrastruktur, terutama di daerah rawan bencana seperti Aceh Besar. &#13;
Salah satu kasus yang menonjol adalah keruntuhan pilar tengah Jembatan Lamsie &#13;
akibat kuatnya arus lateral sungai saat banjir besar. Peristiwa ini mengganggu &#13;
konektivitas antar wilayah dan menunjukkan perlunya desain jembatan yang lebih &#13;
tangguh dan tidak bergantung pada pilar tengah. Penelitian ini mengusulkan &#13;
alternatif desain menggunakan jembatan pelengkung baja tipe Solid Ribbed Arch &#13;
(Tied Arch) yang menyalurkan beban langsung ke abutment. Tujuan utama dari &#13;
studi ini adalah mengevaluasi perilaku struktural jembatan pelengkung dengan &#13;
variasi tinggi busur terhadap lendutan dan torsi, serta menentukan konfigurasi &#13;
paling optimal.Pemodelan dilakukan pada bentang 80 meter menggunakan &#13;
perangkat lunak SAP2000 dengan lima variasi tinggi busur, yaitu 14 m, 14,5 m, 15 &#13;
m, 15,5 m, dan 16 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi busur, &#13;
lendutan yang terjadi cenderung menurun. Lendutan tertinggi sebesar 0,1215 m &#13;
terjadi pada tinggi 14 m, sedangkan yang terendah 0,1151 m pada tinggi 16 m. &#13;
Semua nilai lendutan masih berada di bawah batas izin sebesar L/500 atau 0,16 m. &#13;
Sedangkan dari hasil analisis torsi peningkatan tinggi busur tidak selalu berbanding &#13;
lurus dengan pengurangan torsi. Nilai torsi tertinggi terjadi pada tinggi 14 m sebesar &#13;
+141,9870 kNm / -77,2996 kNm, sedangkan nilai torsi paling stabil tercapai pada &#13;
tinggi 15 m sebesar +131,5983 kNm / -65,3042 kNm. Dengan mempertimbangkan &#13;
efisiensi struktural dan kestabilan torsi, tinggi busur 15 meter direkomendasikan &#13;
sebagai konfigurasi terbaik. Desain ini dinilai cocok diterapkan sebagai solusi &#13;
pengganti Jembatan Lamsie yang tahan terhadap banjir dan erosi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158569</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-04 16:32:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-04 16:40:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>