PEREMPUAN DALAM NASKAH DRAMA LUKA POMA KARYA MASKIRBI DAN NASKAH TANAH PEREMPUAN KARYA HELVY TIANA ROSA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PEREMPUAN DALAM NASKAH DRAMA LUKA POMA KARYA MASKIRBI DAN NASKAH TANAH PEREMPUAN KARYA HELVY TIANA ROSA


Pengarang

Herman R - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0809200100010

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) / PDDIKTI : 88101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : program studi magister pendidikan bahasa dan sastra indonesia., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata kunci : perempuan, drama, peran citra, gender mainstreaming. pandangan
pengarang, Aceh

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan naskah drama Luka Poma karya Maskirbi dan naskah drama Tanah Perempuan karya Helvy Tiana Rosa. Hal yang dianalisis meliputi (I) peran perempuan (2 citra perempuan, dan () gender mainstreaming yang terdapat pada naskah drama Luka Poma dan naskah drama Tanah Perempuan Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori hermeneutik dan pendekatan sosiologi sastra dan semiotika teater. Pendekatan sosiologi sastra dimaksudkan untuk memaknai peran perempuan dalam kedua naskah yang dianalisis berdasarkan kehidupan sosial masyarakat Aceh, karena latar yang digunakan dalam kedua naskah ini adalah Aceh. Pendekatan semiotika teater dipakai untuk mengetahui makna tersirat dalar setiap babak, adegan, dan dialog dalam kedua naskah yang dianalisis. Teori hermeneutik digunakan untuk untuk memberikan penafsiran secara mendalam terhadap teks yang dianalisi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjuk.kan bahwa perempuan pada naskah Luka Poma berperan (I) sebagai ibu dan (2) dalam konteks jihad sebagai syabidah. Peran perempuan dalam naskah Tanah Perempan adalah (l) sebagai ibu, (2) sebagai istri, (3) sebagai pemimpin/prajurit perang, (9) sebagai raja/sultanah, (5) sebagai pahlawan, dan (6) dalam kontcks jihad sebagai syatidah. Citra perempuan dalam pandangan pengarang naskah Luka Poma memiliki sifat keibuan, sifat melindungi, sifat mengharap belas kasih, sifat gigih berusaha, dan sifat pantang menyerah. Citra perempuan dalam pandangan pcngarang naskah Tanah Perempan memiliki sifat keibuan, sifat melindungi, sifat kepahlawanan, sifat gigih berusaha, den sifat pantang menyerah. Ideologi Maskirbi dalam naskah Luka Poma menunjukkan bahwa Aceh adaiah "Ibu" dan Indonesia adalah "anak" Ideologi Helvy memposisikan Aceh dalam naskah Tanah Perempuan menunjukkan bahwa Aceh nemiliki perempuan-perempuan tegar, perempuan-perempuan pahlawan, perempuan-perempuan yang penuh ujian. Hasil kajian teradap kedua naskah tersebut adalah: (i) Luka Poma mengangkat realita Aceh masa konflik 6AM dan RI, (n) Tanah Perempuan mengangkat realita perempuan Aceh mulai masa sejarah, konflik 6AM dan RI, hingga tsunami dan pasca-Mot Helsinki. Gender mainstreaming yang terdapat dalam naskah Luka Poma dan naskah Tanah Perempuan adalah (i) gender difference. fi) gender gap. (iii) genderization. (iv) gender identity, dan (v) gender role Dari sisi bentuk, naskah Luke Poma berbentuok simbolis dengan aliran surealis, sedangkan naskah Tanah Perempuan berbentuk realis dengan aliran realis murni

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK