Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) DI KABUPATEN ACEH TIMUR, KOTA LANGSA DAN KABUPATEN ACEH TAMIAN G
Pengarang
Zakiah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0909200010029
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Megister Ilmu Ekonomi., 2012
Bahasa
Indonesia
No Classification
339.32
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini dilakukan karena kemampuan keuangan daerah khusunya pendapatan Asli Daerah (PAD) semakin menurun setiap tahunnya, sebaiknya bantuan dari pemerintah pusat berupa Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus DAU semakin meningkat penelitian tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan PAD, DAU dan DAK di Kabupaten Aceh Timur. Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitan ini dibatasi hanya pada analisis PAD. DAU dan DAK di Kabupaten Aceh Timur. Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang. Parameter yang digunakan untuk mengetahui perbandingan PAD adalah kontribusi PAD dalam APBD, Tax Effort, Efiesiensi dan efektifitas pengelolaan payak dan lain-lain. Sedangkan parameter yang digunakan untuk mengetahui perbandingan DAU adalah kapasitas dan kebutuhan fiskal DAU serta parameter yang digunakan untuk mengetahui perbandingan DAK adalah kriteria umum DAK (kemampuan Keuangan daerah.
Hasil dari penelitian ini adalah kemampuan keuangan daerah khusunya PAD di Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa dan Kapaten Aceh Tamiang masih rendah. Hal ini ditunjukkan oleh kontribusi PAD dalam APBD hanya berkisar 4 persen. sebaliknya kontribusi Dana perimbanan dalam APD berkisar 7 persen dari total pendapatan daerah. diantara Kabuputen Aceh Timur, Kota Langsa dalam Kabupaten Aceh Tamiang. prolehan PAD Kabupaten Aceh Timur lebih besar 24.06 persen dari perolehan PAD Kabupaten Aceh Tamiang dan 18.20 persen dari perolehan PAD Kata Langsa. Sedangkan peroleha DAU Kabupaten Aceh Timur lebih besar 36.54 persen daripada perolehan DAU Kota Langsa dan 32,55 persen daripada perolehuan DAU Kabupaten Aceh Tamiang. serta perolehan DAK Kabupaten Aceh Timur lebih besar 43,35 persen dari pada perolehan DAK Kota Langsa dan 32.71 persen dari pada perolehan DAK Kabupaten Aceh Taming.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kabupaten Aceh Timur. Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang bisa dikatakan belum mandiri karena untuk memenuhi kebutuhan daerah masih mengandalkan bantuan dari pemerintah berupa Dana perimbangan terutama DAU dan DAK. Karena katribusi PAD hanya 4 persen dan Dana perimbangan berkisar 70 persen dari total pendapatan daerah saran untuk penelitian ini adalah pemerintah daerah harus berperan aktif dalam menggali potensi-potensi PAD yang baru sehingga dapat memberikan pos-pos penerimaan bagi daerah tersebut serta DAU dan DAK dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI KHUSUS (DAK), DAN DANA ALOKASI UMUM (DAU) TERHADAP BELANJA MODAL KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI ACEH (Rizky Pacrista, 2023)
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TERHADAP BELANJA DAERAH DI INDONESIA (NANDA ZIKRI, 2025)
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM DAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP KEMISKINAN MELALUI PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH (Amran Ibrahim, 2024)
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) DI KABUPATEN ACEH TIMUR, KOTA LANGSA DAN KABUPATEN ACEH TAMIAN G (Zakiah, 2025)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELANJA MODAL PADA MASA PANDEMI CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) (STUDI PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI ACEH) (Syifa Putri Khairani, 2023)