<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158523">
 <titleInfo>
  <title>KORELASI JUMLAH EOSINOFIL DARAH TEPI TERHADAP KEPARAHAN ASMA PADA PASIEN ASMA STABIL DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. Yusfan Rahmadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Asma adalah kondisi heterogen yang ditandai dengan gejala pernapasan dan keterbatasan aliran udara. Peningkatan keparahan asma berhubungan dengan penurunan kualitas hidup pasien, peningkatan mortalitas, dan peningkatan rawatan inap. Jumlah eosinophil darah berhubungan dengan keparahan dan fenotipe asma&#13;
Tujuan: Untuk mengetahui mengetahui korelasi jumlah eosinofil darah tepi terhadap keparahan asma pada pasien asma stabil.&#13;
Metode: Penelitian analitik obervasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diambil berdasarkan teknik consecutive sampling pada pasien asma stabil berobat jalan di Poliklinik Paru di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada Juli 2024 hingga Desember 2024.&#13;
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah eosinofil darah tepi berhubungan dengan keparahan asma berdasarkan GINA 2024 (r= -0,412; p=0,024), namun tidak berhubungan dengan keparahan asma berdasarkan ketentuan PDPI (r= 0,322; p=0,082).&#13;
Diskusi: Pada penelitian ini diperoleh bahwa semakin meningkatnya eosinofil maka menunjukkan asma yang lebih ringan dan rendahnya kadar eosinofil pada pasien dengan derajat asma yang lebih berat, hal ini dapat dikarenakan pada GINA 2024 terapi yang diberikan sesuai dengan keparahan asma. Pada pasien dengan asma berat terapi yang diberikan berupa ICS/LABA dengan dosis yang lebih tinggi. Terdapat bukti efek dosis-respons ICS pada pengurangan eosinofil darah.&#13;
Kata Kunci: Asma, Jumlah Eosinofil, Keparahan Asma</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158523</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-04 14:29:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-04 15:03:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>