<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158521">
 <titleInfo>
  <title>PEMENUHAN KEBUTUHAN BERPAKAIAN TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF KARYAWAN BANK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AZZAHRA CHAIRUNNISA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penampilan profesional merupakan faktor penting dalam dunia kerja, khususnya bagi karyawan bank yang berinteraksi langsung dengan klien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan tren mode terhadap keputusan pembelian pakaian kerja pada tenaga pemasaran di industri perbankan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konsumsi Jean Baudrillard, yang menekankan bagaimana sistem nilai dan sistem tanda membentuk masyarakat konsumtif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik survei terhadap 10 responden yang bekerja di sektor perbankan. Data dianalisis menggunakan metode analisis data interaktif melalui wawancara, yang bertujuan untuk menyederhanakan dan memberikan gambaran yang jelas terkait permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pakaian kerja. Individu yang berada dalam lingkungan profesional cenderung lebih memperhatikan gaya berpakaian mereka untuk membangun citra diri yang positif. Selain itu, tren mode juga berkontribusi terhadap preferensi pakaian kerja, terutama bagi individu dengan tingkat kesadaran mode yang tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pakaian kerja tidak hanya berfungsi sebagai kebutuhan profesional, tetapi juga sebagai tanda status sosial dan simbol profesionalisme. Kebijakan perusahaan dalam menetapkan standar berpakaian mendorong pekerja untuk membeli pakaian tertentu. Lingkungan kerja juga memengaruhi keputusan konsumsi melalui interaksi sosial dan tren di kalangan rekan kerja. Selain itu, keinginan individu dalam mengekspresikan identitas diri menjadi faktor penting dalam pemilihan pakaian kerja.&#13;
Kata kunci: pakaian kerja, lingkungan kerja, tren mode, perilaku konsumtif&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158521</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-04 12:59:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-04 15:05:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>