PENGARUH PENAMBAHAN DRAMIX STEEL FIBER TERHADAP KAPASITAS GESER BALOK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENAMBAHAN DRAMIX STEEL FIBER TERHADAP KAPASITAS GESER BALOK


Pengarang
Dosen Pembimbing

Mochammad Afifuddin - 196409071989031003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2104101010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Beton merupakan material utama dalam konstruksi bangunan sipil yang memiliki
kekuatan tekan tinggi, namun memiliki kekuatan tarik dan kekuatan geser yang
rendah. Penambahan serat, seperti dramix steel fiber, diharapkan dapat
meningkatkan sifat mekanis beton yaitu kuat tarik, kuat lentur, dan kuat geser beton.
Dramix steel fiber adalah serat baja yang diproduksi melalui proses penarikan
dingin dengan ujung yang dilengkapi lekukan untuk memberikan pengikatan yang
optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perilaku balok yang
ditambahkan dramix steel fiber dan membandingkan kapasitas gesernya dengan
balok tanpa serat. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang
berukuran 150 mm x 300 mm x 2200 mm dengan umur beton 28 hari. Penelitian
ini melibatkan pembuatan dua jenis balok yaitu balok yang ditambahkan 4% dramix
steel fiber berdasarkan berat beton dan balok tanpa serat. Pengujian dilakukan di
Laboratorium Konstruksi dan Bahan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Syiah
Kuala, dengan fokus pada pola retak, lendutan, dan kapasitas kekuatan geser
maksimum. Hasil dari pengujian balok beton bertulang memperlihatkan bahwa
nilai beban maksimum yang dihasilkan pada balok normal (BN) adalah 16,95 ton
dan pada balok serat (BS) sebesar 21,23 ton dengan persentase peningkatan dalam
menahan beban geser sebesar 25,25%. BN mengalami lendutan sebesar 8,11 mm
dan BS mengalami lendutan sebesar 14,38 mm yang terjadi pada beban maksimum.
Pola retak yang dialami balok normal dan balok serat yaitu retak miring (flexural
shear crack). BN mengalami retak yang diawali retak lentur pada beban 4,8 ton
dengan lendutan 1,325 mm dan retak geser baru muncul pada beban 10,2 ton
dengan lendutan 3,56 mm. Sedangkan BS mengalami retak yang diawali retak
lentur pada beban 7,1 ton dengan lendutan 1,775 mm dan retak geser baru muncul
pada beban 12,8 ton dengan lendutan 3,95 mm. Retakan pada kedua benda uji
memanjang secara diagonal hingga mencapai zona tekan beton dan menandakan
retakan gagal geser.

Concrete is the main material in civil construction due to its high compressive strength but has relatively low tensile and shear strength. To enhance these mechanical properties, fiber such as dramix steel fiber can be added. Dramix steel fiber is cold-drawn steel fiber with hooked ends designed to improve bonding within the concrete matrix. The purpose of this study is the behavior of reinforced concrete beam with dramix fiber and compares their shear capacity to that of beam without fiber. The experimental program involved two types of reinforced concrete beams measuring 150 mm x 300 mm x 2200 mm, with a concrete age of 28 days, one with 4% dramix steel fiber by concrete weight and one without fiber. Test were conducted at the Construction and Building Materials Laboratory, Faculty of Engineering, Syiah Kuala University, focusing on crack patterns, deflection, and maximum shear strength. Results showed that the normal beam (BN) supported a maximum load of 16.95 tons, while the fiber beam (BS) reached 21.23 tons, marking a 25.25% increase in shear capacity. At maximum load, BN deflected 8.11 mm, and BS deflected 14.38 mm. The crack pattern experienced in normal beam and fiber beam is flexural shear cracks. BN experienced cracks that started with flexural cracks at a load of 4.8 tons with a deflection of 1,325 mm and new shear cracks appeared at a load of 10.2 tons with a deflection of 3.56 mm. BS experienced cracks that started with flexural cracks at a load of 7.1 tons with a deflection of 1,775 mm and new shear cracks appeared at a load of 12.8 tons with a deflection of 3.95 mm. Cracks in both beams extended diagonally into the compression zone, indicating shear failure.

Citation



    SERVICES DESK