<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158449">
 <titleInfo>
  <title>REDESAIN PASAR TRADISIONAL AL-MAHIRAH RAMAH DISABILITAS DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAYRA ALQURANA AFZAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasar tradisional Al-Mahirah merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi dan sosial di Kota Banda Aceh yang memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar. Namun, kondisi eksisting pasar masih belum sepenuhnya memenuhi standar kenyamanan dan aksesibilitas, baik itu sesuai kelayakan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan kelayakan khususnya bagi penyandang disabilitas.  Proses merancang ulang pasar Al-Mahirah bertujuan untuk menciptakan pasar yang lebih inklusif dan ramah disabilitas dengan menerapkan pendekatan arsitektur modern. Aksesibilitas yang disediakan dapat dinikmati bagi semua pengguna fasilitas umum termasuk lansia dan kaum difabel agar mampu melalui dan menggunakan bangunan gedung dan lingkungan, dengan memperhatikan kelancaran dan kelayakan yang berkaitan dengan sirkulasi, akses, visual, dan komponen lainnya. Hasil dari redesain ini menunjukkan integrasi elemen arsitektur modern seperti keaslian struktur, pencahayaan alami, dan sirkulasi yang efisien dapat meningkatkan kualitas ruang dan aksesibilitas bagi semua kalangan.&#13;
Selain itu, penerapan prinsip desain universal memungkinkan terciptanya lingkungan pasar yang fungsional, estetis, dan nyaman bagi penyandang disabilitas tanpa mengesampingkan identitas lokal. Redesain ini diharapkan dapat menjadi model pasar tradisional yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat inklusif di masa depan. Konsep arsitektur modern dengan pendekatan fungsional yang mengedepankan “Form Follow Function” diharapkan mampu merespon kebutuhan ruang secara optimal, sekaligus menghadirkan kualitas ruang yang mendukung dinamika aktivitas dan interaksi jual beli dalam konteks urbanisasi Pasar Tradisional yang terus berkembang.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158449</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-03 18:24:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-04 09:29:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>