<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158447">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN RUMAH PRODUKSI FILM DAN TELEVISI DI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD RIZQY AKBAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Transformasi media dari format konvensional ke digital mendorong kebutuhan akan fasilitas produksi konten yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pola konsumsi generasi muda. Dengan penetrasi internet Indonesia mencapai 79,5 persen pada tahun 2024, serta dominasi pengguna dari generasi Z dan milenial, platform digital menjadi media utama untuk informasi dan hiburan. Dalam konteks ini, perancangan Rumah Produksi Film dan Televisi di Aceh Besar bertujuan menghadirkan pusat produksi konten digital yang efisien, inklusif, dan responsif terhadap tantangan masa kini.&#13;
	Skripsi ini mengusung pendekatan arsitektur berkelanjutan melalui strategi desain pasif seperti pencahayaan alami, ventilasi silang, dan pengolahan tapak yang memperhatikan iklim lokal. Zonasi ruang dibagi menjadi area publik, semi publik, dan privat untuk mendukung sirkulasi yang tertata dan fungsi ruang yang optimal. Bangunan ini dirancang tidak hanya sebagai fasilitas produksi, tetapi juga sebagai ruang kreatif dan kolaboratif bagi berbagai pengguna.&#13;
	Hasil dari perancangan ini menghasilkan sebuah kompleks bangunan yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan konten digital masa kini. Fasilitas-fasilitas seperti studio produksi, ruang editing, ruang kreatif, dan area pelatihan dirancang untuk menunjang proses produksi dari hulu hingga hilir. Dengan desain yang terbuka terhadap perkembangan teknologi dan fleksibel terhadap perubahan fungsi, rumah produksi ini diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan industri kreatif regional yang kompetitif dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Arsitektur Berkelanjutan, Konten Digital, Rumah Produksi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PERFORMING ARTS CENTERS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PRODUCTION (PERFORMING ARTS) - TELEVISION</topic>
 </subject>
 <classification>725.83</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158447</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-03 18:16:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 16:18:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>