<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158441">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN DAN KARAKTERISASI WADAH MAKANAN BIODEGRADABLE FOAM (BIOFOAM) RAMAH LINGKUNGAN BERBAHAN SERAT PENDEK KULIT JAGUNG (SHORT CORN COB FIBER)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ILHAM MAGHFIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada tahun 2020 Indonesia mampu memproduksi jagung sebesar 12.9 juta ton dari luas panen sebesar 2,33 juta hektare (Ha). Kondisi demikian mengindikasikan besarnya peranan jagung dalam pertumbuhan sektor tanaman pangan dan perekonomian nasional. Dalam hal ini juga menunjukan jika produksi jagung semakin tinggi maka sama dengan penambahan limbah kulit jagung. Salah satu contoh wadah makanan sekali pakai yang sering digunakan sekarang adalah styrofoam yang memiliki kandungan komposisi zat berbahaya yaitu stirena, polietirena dan butyl hidroksi toluene. Penggunaan styrofoam harus dihentikan dan dilakukan upaya alternatif pengganti bahan pengemas lain yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produksi biodegradable foam dari limbah kulit jagung dan pati tapioka sebagai pengganti styrofoam sintetis di pasaran. Pemanfaatan dan pengembangan bahan baku limbah kulit jagung, tepung tapioka menjadi produk biofoam telah dipelajari dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil pengujian karakterisasi bahan baku dari biofoam pada uji FTIR didapatkan hasil serat kulit jagung kaya akan gugus fungsi hidrokarbon, pati tapioka mengandung gugus fungsi hidroksil dan karbonil, sedangkan bubuk agar bergugus fungsi hidroksil, anhidrogalaktosa, C-6 sulfat dan ester sulfat. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwa permukaan biofoam tidak lebih rata dibandingkan styrofoam. Hasil analisis XRD mengindikasikan bahwa sampel biofoam memiliki struktur kristal yang tinggi (75,52%). Serta hasil uji TGA menunjukkan biofoam mulai terdekomposisi pada suhu 463.67°C, massa-susut di angka 70.00% dan sisa residu di angka 17,79%. Biofoam hasil penelitian ini kekuatan tarik maksimum 0,843 Mpa dan rata-rata elongasi 4,24%. Perkiraan waktu degradasi total sekitar 200 hari atau 6 bulan 20 hari yang memenuhi standar SNI, dan mempunyai ketahanan air dengan nilai ketahanan sebesar 22,18%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158441</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-03 17:18:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-04 09:16:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>