<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158407">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN REAKSI OBAT YANG TIDAK DIINGINKAN (ROTD) PADA PASIEN TERAPI TIROID DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LADIS VACFHERLY ALSA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan obat pada terapi tiroid berpotensi menyebabkan terjadinya reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD) baik itu reaksi ringan hingga berat yang dapat berdampak pada efektivitas terapi, meningkatkan risiko komplikasi, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan angka kejadian ROTD, menganalisis obat yang berpotensi menyebabkan ROTD, serta mengidentifikasi faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian ROTD pada pasien gangguan tiroid yang menjalani terapi rawat jalan di Poli Endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 71 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan pada periode Januari–Maret 2025 melalui wawancara langsung dan rekam medis, menggunakan skala algoritma Naranjo, Hartwig-Siegel, Schumock-Thornton, dan MMAS-8. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat, dan regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 71 pasien, terdapat 20 pasien yang mengalami ROTD dengan total 26 kejadian ROTD. ROTD paling banyak adalah kenaikan berat badan (53,8%), hipotiroid iaterogenik (11,5%), dan rambut rontok (7,7%). Obat yang paling berpotensi menyebabkan ROTD adalah Thiamazole (80,8%) dan Levothyroxine (18,2%). Faktor risiko kepatuhan menunjukkan hubungan signifikan terhadap kejadian ROTD (p-value = 0,019). Penelitian ini menunjukkan pentingnya pemantauan kejadian ROTD pada pasien gangguan tiroid yang menjalankan terapi untuk meningkatkan keamanan pengobatan dan keberhasilan terapi.&#13;
Kata Kunci: Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD), Endokrin, Gangguan Tiroid, Faktor Risiko</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>THYROID DISEASES - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.44</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158407</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-03 15:50:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 11:14:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>