ANALISIS FUNGSI PERMINTAAN BAHAN BAKAR MINYAK DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS FUNGSI PERMINTAAN BAHAN BAKAR MINYAK DI INDONESIA


Pengarang

Zulkifli N - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

96120031

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi., 1998

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul Analisis Fungsi Permintaan Bahan Bakar Minyak di Indonesia dengan tujuan untuk melihat perbedaan elastisitas permintaan masing• masing jenis bahan bakar minyak (BBM) dan kaitannya dengan kebijaksanaan penetapan harga BBM tersebut.
Data yang digunakan dalam penelitian dan analisisnya adalah data seri waktu
(time series) dari tahun 1980 sampai tahun 1995. Peralatan analisis yang digunakan adalah fungsi permintaan model Rotterdam yang diestimasi dengan metode Kuadrat Terkecil (Ordinary Least Square).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas permintaan, baik elastisitas
pendapatan maupun elastisitas harga sendiri, berbeda satu sama lain untuk setiap jenis BBM dan tidak diperoleh koefisien elastisitas harga silang dengan tingkat signi fikansi yang memadai'. Ini berarti, hasil penelitian mendukung baik hipotesis perta ma, kedua, maupun ketiga. Koefisien elastisitas pendapatan dan elastisitas harga
yang paling tinggi terdapat pada Minyak Solar, kemudian diikuti oleh Premium
dan kelompok Minyak Diesel dan Minyak Bakar. Koefisien elastisitas yang paling rendah terdapat pada kelompok Avtur, Avigas, dan Super 98, setelah itu diikuti oleh Minyak Tanah.
Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlu dipertahankan penetapan harga Minyak Tanah yang lebih rendah dari harga BBM lainnya dan peninjauan kembali kebijaksanaan penetapan harga Aytur dan Avigas dalam upaya terwujudnya subsidi silang. Implikasi lain, adalah perlu adanya formula yang baku untuk menetapkan harga BBM dimasa yang akan datang.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK