<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158343">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI EDGE AI PADA KLASIFIKASI PENYAKIT KULIT DERMATITIS ATOPIK BERBASIS WEB DENGAN STREAMLIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALYA IRZAN RAMADHANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Komputer</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dermatitis Atopik (DA) adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang sering terjadi, dengan gejala gatal, kulit kering, dan kemerahan, serta memberikan dampak fisik dan psikologis pada penderita. Prevalensi DA terus meningkat, terutama di kalangan anak-anak. Diagnosis dan penanganan dini sangat penting, namun metode tradisional seperti tes alergi dan biopsi memerlukan waktu lama dan berisiko &#13;
kesalahan. Dengan melakukan sistem klasifikasi DA menggunakan deep learning yang terintegrasi dengan Edge AI untuk analisis citra kulit. Sistem ini dapat mendeteksi pola khas DA, seperti kemerahan, kekeringan, dan lesi, yang sulit dikenali secara visual. Edge AI memproses data secara lokal, mengurangi latensi, serta menjaga privasi data pasien. Sistem ini juga diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web menggunakan Streamlit, memudahkan tenaga medis dalam mengakses diagnosa secara efisien. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi diagnosis DA, mendukung perawatan yang lebih baik bagi pasien. Setelah penelitian dilakukan, hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem klasifikasi citra kulit yang dikembangkan mampu mencapai tingkat akurasi yang tinggi. Model MobileNetV3 memberikan hasil terbaik dengan akurasi sebesar 98,5%, diikuti oleh EfficientNet-B0 sebesar 98,3%, dan ResNet-34 sebesar 96%. Evaluasi lebih lanjut menggunakan metrik presisi, recall, spesifisitas, dan F-score memperkuat keunggulan MobileNetV3 dalam mengenali pola khas dermatitis atopik. Dengan integrasi model ini ke dalam platform Edge AI, sistem tidak hanya &#13;
cepat dan efisien, tetapi juga aman digunakan di lingkungan dengan keterbatasan konektivitas dan kebutuhan privasi tinggi.  &#13;
Kata Kunci : Dermatitis Atopik, Deep Learning, Streamlit, Edge AI</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158343</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-03 13:36:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-03 14:50:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>