Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI DAS SEUNAGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
Pengarang
Farda Jamila - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Maimun Rizalihadi - 196405301990021001 - Dosen Pembimbing I
Khairul Iqbal - 198403042010121004 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2104101010086
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik (S1)., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Provinsi Aceh merupakan wilayah yang rawan banjir. Berdasarkan data BPBA tahun 2023, tercatat 105 kejadian banjir di seluruh Aceh yang berdampak pada ribuan rumah, jembatan, lahan pertanian, serta menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi. Salah satu wilayah yang sering terdampak adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Seunagan, yang kerap meluap saat curah hujan tinggi. Melihat kondisi ini, diperlukan upaya mitigasi yang tepat guna mengurangi risiko bencana, salah satunya melalui pendekatan non-struktural berupa pemetaan tingkat kerawanan banjir untuk mengidentifikasi wilayah rawan serta mendukung perencanaan penanggulangan banjir yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan banjir di DAS Krueng Seunagan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Tujuh parameter yang dianalisis dalam penelitian ini, yaitu curah hujan, kemiringan lahan, ketinggian, jarak dari sungai, kerapatan sungai, tutupan lahan, dan tekstur tanah. Pembobotan parameter dilakukan menggunakan metode AHP berdasarkan penilaian pakar, dan hanya jawaban dengan nilai Consistency Ratio (CR) ≤ 0,10 yang digunakan untuk memastikan konsistensi hasil. Setiap parameter kemudian diberi skor dengan skala 1 hingga 5 berdasarkan kontribusinya terhadap potensi banjir. Selanjutnya, dilakukan perhitungan skor total dengan mengalikan skor masing-masing parameter dengan bobotnya. Hasil dari proses ini kemudian di-overlay menggunakan SIG untuk menghasilkan peta zonasi tingkat kerawanan banjir. Peta yang dihasilkan menunjukkan bahwa wilayah bagian hulu tergolong rawan sedang, sedangkan wilayah tengah hingga hilir tergolong rawan tinggi hingga sangat tinggi. Validasi menggunakan data historis banjir menunjukkan bahwa peta yang dihasilkan cukup akurat dan dapat dijadikan dasar dalam upaya mitigasi banjir di wilayah tersebut.
Kata kunci: kerawanan banjir, SIG (Sistem Informasi Geografis), AHP (Analytical Hierarchy Process), dan mitigasi non-struktural
Aceh Province is a flood-prone area. According to data from the Aceh Provincial Disaster Management Agency (BPBA) in 2023, there were 105 flood incidents across Aceh, affecting thousands of homes, bridges, agricultural land, and causing tens of thousands of people to evacuate. One of the areas frequently affected is the Seunagan River Basin (DAS), which often overflows during heavy rainfall. Given this situation, appropriate mitigation efforts are needed to reduce disaster risks, including through non-structural approaches such as flood hazard mapping to identify high-risk areas and support more effective flood management planning. This study aims to map flood hazard levels in the Krueng Seunagan River Basin using Geographic Information Systems (GIS) and the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Seven parameters were analyzed in this study: rainfall, land slope, elevation, distance from the river, river density, land cover, and soil texture. Parameter weighting was performed using the AHP method based on expert assessments, and only responses with a Consistency Ratio (CR) ≤ 0.10 were used to ensure the consistency of the results. Each parameter was then scored on a scale of 1 to 5 based on its contribution to flood potential. Subsequently, the total score was calculated by multiplying each parameter's score by its weight. The results of this process were then overlaid using GIS to produce a flood risk zoning map. The resulting map shows that the upstream area is classified as moderately vulnerable, while the middle to downstream areas are classified as highly to extremely high risk. Validation using historical flood data indicates that the map is sufficiently accurate and can serve as a basis for flood mitigation efforts in the area. Keywords: flood hazard, GIS (Geographic Information System), AHP (Analytical Hierarchy Process), and non-structural mitigation
PENILAIAN TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI DALAM WILAYAH DAERAHRNALIRAN SUNGAI DENGAN MENERAPKAN MODEL FUZZY-SPATIAL MULTI RNCRITERIA DECISSION MAKING (F-SMCDM) (Maimun Rizalihadi, 2026)
KAJIAN KAWASAN RAWAN BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KLUET DI KABUPATEN ACEH SELATAN (Ruspiadi, 2018)
ANALISIS PEMETAAN KAWASAN RAWAN BANJIR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT (Muhammad Sani, 2016)
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN DAN PENGENDALIAN BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG PIRAK BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (INAYAH ZHIA UL FAJRI, 2021)
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR (STUDI KASUS DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG ACEH) (Muhammad Azmi Syukran, 2016)