<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158335">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI DAS SEUNAGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farda Jamila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi Aceh merupakan wilayah yang rawan banjir. Berdasarkan data BPBA tahun 2023, tercatat 105 kejadian banjir di seluruh Aceh yang berdampak pada ribuan rumah, jembatan, lahan pertanian, serta menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi. Salah satu wilayah yang sering terdampak adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Seunagan, yang kerap meluap saat curah hujan tinggi. Melihat kondisi ini, diperlukan upaya mitigasi yang tepat guna mengurangi risiko bencana, salah satunya melalui pendekatan non-struktural berupa pemetaan tingkat kerawanan banjir untuk mengidentifikasi wilayah rawan serta mendukung perencanaan penanggulangan banjir yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan banjir di DAS Krueng Seunagan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Tujuh parameter yang dianalisis dalam penelitian ini, yaitu curah hujan, kemiringan lahan, ketinggian, jarak dari sungai, kerapatan sungai, tutupan lahan, dan tekstur tanah. Pembobotan parameter dilakukan menggunakan metode AHP berdasarkan penilaian pakar, dan hanya jawaban dengan nilai Consistency Ratio (CR) ≤ 0,10 yang digunakan untuk memastikan konsistensi hasil. Setiap parameter kemudian diberi skor dengan skala 1 hingga 5 berdasarkan kontribusinya terhadap potensi banjir. Selanjutnya, dilakukan perhitungan skor total dengan mengalikan skor masing-masing parameter dengan bobotnya. Hasil dari proses ini kemudian di-overlay menggunakan SIG untuk menghasilkan peta zonasi tingkat kerawanan banjir. Peta yang dihasilkan menunjukkan bahwa wilayah bagian hulu tergolong rawan sedang, sedangkan wilayah tengah hingga hilir tergolong rawan tinggi hingga sangat tinggi. Validasi menggunakan data historis banjir menunjukkan bahwa peta yang dihasilkan cukup akurat dan dapat dijadikan dasar dalam upaya mitigasi banjir di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Kata kunci: kerawanan banjir, SIG (Sistem Informasi Geografis), AHP (Analytical Hierarchy Process), dan mitigasi non-struktural&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158335</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-03 13:20:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-03 14:18:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>