KAJIAN EFEKTIVITAS ALAT TANGKAP GURITA NELAYAN TRADISIONAL DESA AIR PINANG, SIMEULUE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN EFEKTIVITAS ALAT TANGKAP GURITA NELAYAN TRADISIONAL DESA AIR PINANG, SIMEULUE


Pengarang

TRIA ELVIONITA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ratna Mutia Aprilla - 198804222019032016 - Dosen Pembimbing I
Imelda Agustina - 199108122021022101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2111103010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kabupaten Simeulue memiliki potensi sumberdaya laut yang tinggi, salah satunya adalah
gurita (Octopus sp.) yang menjadi komoditas ekspor penting. Nelayan tradisional di Desa Air
Pinang umumnya menggunakan dua jenis alat tangkap, yaitu pancing dan tembak, namun
efektivitas masing-masing alat belum diketahui secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi efektivitas kedua alat tangkap tersebut berdasarkan proporsi hasil tangkapan,
distribusi ukuran gurita, dan efektivitas pada alat penangkapan. Penelitian dilakukan pada
Januari 2024 dengan metode survei lapangan, observasi langsung, serta wawancara terhadap
10 nelayan responden. Analisis data dilakukan untuk menghitung proporsi tangkapan,
distribusi panjang total gurita, serta efektivitas alat tangkap menggunakan rumus efektivitas
relatif. Hasil menunjukkan bahwa alat tangkap tembak menghasilkan tangkapan sebesar
221,87 kg (67%) dan dikategorikan sangat efektif (>60%), sedangkan pancing menghasilkan
106,84 kg (33%) dengan efektivitas kategori (30-60%). Distribusi ukuran gurita tertinggi
berada pada rentang panjang 91-100 cm, yang mencerminkan dominasi individu dewasa.
Temuan ini memberikan informasi penting untuk mendukung pengelolaan sumberdaya gurita
yang berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas nelayan tradisional.
Kata kunci: Efektivitas, Gurita, Simeulue.

Simeulue Regency has high marine resource potential, with octopus (Octopus sp.) being one of its key export commodities. Traditional fishermen in Air Pinang Village commonly use two types of fishing gear: handlines and spears. However, the effectiveness of each gear has not been scientifically assessed. This study aims to evaluate the effectiveness of both fishing gears based on catch proportion, octopus size distribution, and gear efficiency. The research was conducted in January 2024 using field surveys, direct observation, and interviews with 10 selected fishermen. Data were analyzed to determine the catch proportion, total length distribution of octopus, and gear effectiveness using relative effectiveness formulas. The results showed that spear fishing yielded 221.87 kg (67%) and was categorized as highly effective (>60%), while handline fishing produced 106.84 kg (33%) and was considered moderately effective (30–60%). The highest size distribution of octopus was found in the 91– 100 cm range, indicating a dominance of mature individuals. These findings provide important insights for the sustainable management of octopus resources and support efforts to enhance the productivity of traditional fishermen. Keywords: Effectiveness, Octopus, Simeulue

Citation



    SERVICES DESK