<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="158317">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN EFEKTIVITAS ALAT TANGKAP GURITA NELAYAN TRADISIONAL DESA AIR PINANG, SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TRIA ELVIONITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Simeulue memiliki potensi sumberdaya laut yang tinggi, salah satunya adalah &#13;
gurita (Octopus sp.) yang menjadi komoditas ekspor penting. Nelayan tradisional di Desa Air &#13;
Pinang umumnya menggunakan dua jenis alat tangkap, yaitu pancing dan tembak, namun &#13;
efektivitas masing-masing alat belum diketahui secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengevaluasi efektivitas kedua alat tangkap tersebut berdasarkan proporsi hasil tangkapan, &#13;
distribusi ukuran gurita, dan efektivitas pada alat penangkapan. Penelitian dilakukan pada &#13;
Januari 2024 dengan metode survei lapangan, observasi langsung, serta wawancara terhadap &#13;
10 nelayan responden. Analisis data dilakukan untuk menghitung proporsi tangkapan, &#13;
distribusi panjang total gurita, serta efektivitas alat tangkap menggunakan rumus efektivitas &#13;
relatif. Hasil menunjukkan bahwa alat tangkap tembak menghasilkan tangkapan sebesar &#13;
221,87 kg (67%) dan dikategorikan sangat efektif (&gt;60%), sedangkan pancing menghasilkan &#13;
106,84 kg (33%) dengan efektivitas kategori (30-60%). Distribusi ukuran gurita tertinggi &#13;
berada pada rentang panjang 91-100 cm, yang mencerminkan dominasi individu dewasa. &#13;
Temuan ini memberikan informasi penting untuk mendukung pengelolaan sumberdaya gurita &#13;
yang berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas nelayan tradisional.&#13;
Kata kunci: Efektivitas, Gurita, Simeulue.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>158317</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-03 11:48:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-03 11:54:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>